RSS

DIABETES MELITUS


Definisi
Diabetes mellitus adalah penyakit yang ditunjukkan oleh gula darah yang tinggi. Gula darah yang tinggi disebabkan oleh kerja insulin yang tidak sempurna.
http://2.bp.blogspot.com/-naR73Owqmx0/TikLoLY-5YI/AAAAAAAABok/ZRXktLSPD38/s1600/gangrene1.jpg
                Pada orang sehat, kadar glukosa di dalam darah dijaga oleh tubuh agar tetap berada antara 70 – 120 mg/dl.  Pada dasarnya pengendalian kadar glukosa di pengaruhi oleh 3 faktor, yaitu :
       Kemampuan tubuh untuk menghasilkan insulin
       kemampuan insulin untuk menghambat produksi glukosa dan menstimulasi pemakaian glukosa
       kemampuan glukosa untuk masuk ke sel tanpa adanya insulin

klasifikasi dan Etiologi
       Menurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2009, klasifikasi Diabetes Melitus adalah sbb:
       Diabetes Melitus tipe 1
       Diabetes Melitus tipe 2
       Diabetes Melitus tipe lain
       Diabetes Kehamilan/gestasional

q    Diabetes Melitus tipe 1
       dapat terjadi mulai dari usia 4 tahun dan memuncak pada usia 11-13 tahun, selain itu dapat juga terjadi pada akhir usia 30 atau menjelang 40.
       Karakteristik dari DM tipe 1 adalah insulin yang beredar di sirkulasi sangat rendah, kadar glukagon plasma yang meningkat, dan sel beta pankreas gagal berespons terhadap stimulus yang semestinya meningkatkan sekresi insulin

q  Diabetes Melitus tipe 2
       tidak memiliki hubungan dengan aktivitas HLA, virus atau autoimunitas dan biasanya pasien mempunyai sel beta yang masih berfungsi (walau terkadang memerlukan insulin eksogen tetapi tidak bergantung seumur hidup).
       Defek yang terjadi pada DM tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang diabetogenik (asupan kalori yang berlebihan, aktivitas fisik yang rendah, obesitas) dan kecenderungan secara genetik

q  Diabetes Melitus tipe lain
       Defek genetik fungsi sel beta
                onset hiperglikemia pada usia yang relatif muda (<25 tahun) atau disebut maturity-onset diabetes of the young (MODY). Terjadi gangguan sekresi insulin namun kerja insulin di jaringan tetap normal. Telah diidentifikasi kelainan genetik yang mengakibatkan ketidakmampuan mengubah proinsulin menjadi insulin.
       Defek genetik kerja insulin
                Terdapat mutasi pada reseptor insulin, yang mengakibatkan hiperinsulinemia, hiperglikemia dan diabetes.
       Penyakit eksokrin pankreas
                Meliputi pankreasitis, trauma, pankreatektomi, dan carcinoma pankreas.
       Endokrinopati
                seperti GH, kortisol, glukagon dan epinefrin bekerja mengantagonis aktivitas insulin. Kelebihan hormon-hormon ini, seperti pada sindroma Cushing, glukagonoma, feokromositoma dapat menyebabkan diabetes. Umumnya terjadi pada orang yang sebelumnya mengalami defek sekresi insulin, dan hiperglikemia dapat diperbaiki bila kelebihan hormon-hormon tersebut dikurangi.
       Karena obat/zat kimia
                Beberapa obat dapat mengganggu sekresi dan kerja insulin. Vacor (racun tikus) dan pentamidin dapat merusak sel beta. Asam nikotinat dan glukokortikoid mengganggu kerja insulin.
        Infeksi
                Virus tertentu dihubungkan dengan kerusakan sel beta, seperti rubella, coxsackievirus B, CMV, adenovirus, dan mumps.
       Imunologi
       Sindroma genetik lain

q  Diabetes Kehamilan/gestasional
       Diabetes kehamilan didefinisikan sebagai intoleransi glukosa dengan onset pada waktu kehamilan. Diabetes jenis ini merupakan komplikasi pada sekitar 1-14% kehamilan

Epidemiologi
       Pada tahun 2000 menurut WHO diperkirakan sedikitnya 171 juta orang di seluruh dunia menderita Diabetes Mellitus, atau sekitar 2,8% dari total populasi. Insidensnya terus meningkat dengan cepat, dan diperkirakan pada tahun 2030, angka ini akan bertambah menjadi 366 juta atau sekitar 4,4% dari populasi dunia. DM terdapat di seluruh dunia, namun lebih sering (terutama tipe 2) terjadi di negara berkembang. Peningkatan prevalens terbesar terjadi di Asia dan Afrika, sebagai akibat dari tren urbanisasi dan perubahan gaya hidup, seperti pola makan “Western-style” yang tidak sehat.
       Di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, dari 24417 responden berusia >15 tahun, 10,2% mengalami Toleransi Glukosa Terganggu (kadar glukosa 140-200 mg/dl setelah puasa selama 14 jam dan diberi glukosa oral 75 gram). Sebanyak 1,5% mengalami Diabetes Melitus yang terdiagnosis dan 4,2% mengalami Diabetes Melitus yang tidak terdiagnosis.
       DM lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria, dan lebih sering pada golongan dengan tingkat pendidikan dan status sosial rendah. Daerah dengan angka penderita DM paling tinggi yaitu Kalimantan Barat dan Maluku Utara yaitu 11,1 %, sedangkan kelompok usia penderita DM terbanyak adalah 55-64 tahun yaitu 13,5%. Beberapa hal yang dihubungkan dengan risiko terkena DM adalah obesitas (sentral), hipertensi, kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi sayur-buah kurang dari 5 porsi perhari.

Gejala Klinis
       Gejala Awal
      Poliuria (banyak kencing)
      Polidipsi (banyak minum)
      Polifagi (banyak makan)
       Gejala Lanjutan
      Berat badan berkurang.
      Penglihatan Menjadi Kabur.
      Cepat Lelah.
      Gatal Di Daerah Kemaluan.
      Luka Sulit Sembuh
       Gejala Kronis
      Impoten / Disfungsi Ereksi & Kesemutan di Kaki
      Kerusakan ginjal
      Gangren (infeksi berat pada kaki hingga membusuk)
      Kebutaan
      Serangan Stroke
      Serangan Jantung Koroner
      Kematian Mendadak

Pathogenesis
Perkembangan penyakit dapat dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:
       Normal atau Sehat
1) Kadar gula darah normal
2) Perlu waktu bertahun-tahun untuk berkembang menjadi Diabetes Mellitus.
       Pre Diabetes
1) Mulai terjadi peningkatan kadar glukosda darah secara bertahap.
2) Kadar glukosa darah tidak cukup tinggi untuk menimbulkan gejala tetapi cukup
mampu menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi berbagai jaringan tubuh.
3) Beresiko mengalami komplikasi
4) Sering disertai faktor resiko lain seperti hipertensi,dislipidemia dan kegemukan
atau obesitas.
5) Dapat dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi
dan perkembangan menjadi diabetes.
Komplikasi
1) Terutama penyakit jantung koroner dan stroke
2) Dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ misalnya mata, ginjal, dan syaraf
3) Dapat berakibat fatal.

Penatalaksanaan
       Penatalaksanaan diabetes mellitus dapat dilakukan dengan 5 cara, yaitu
       diet,
       latihan fisik dan pengaturan aktivitas fisik,
       obat-obatan,
       terapi insulin,
       pengawasan glukosa di rumah dan pengetahuan tentang diabet dan perawatan diri.
       Diet diperlukan untuk mengatur jumlah kalori dan karbohidrat yang diperlukan setiap hari.
       Untuk obat diabetes melitus, biasanya diberikan obat pensesitif insulin dan sulfonilurea.
       Untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 1 adalah diet, olahraga dan suntikan insulin.
       Sedangkan pengobatan diabetes mellitus tipe 2, yaitu terapi diet, penurunan berat badan, dan olahraga.
       Untuk obatnya, hanya diberikan jika memang diperlukan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar