RSS

BATU GINJAL


Definisi
n  Batu ginjal adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih, atau infeksi.
n  Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).
n  Batu ginjal (nefrolithiasis) merupakan batu yang terbentuk di dalam ginjal, biasanya mengandung batu kalsium, kira-kira 65%-85%.

Etiologi
n  Terbentuknya batu tersebut diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urin, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Secara epidemiologik terdapat beberapa faktor yang mempermudah terbentuknya batu pada saluran kemih pada seseorang.
Factor intrinsic
n  Herediter (keturunan) : penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya.
n  Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun
n  Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan
Factor ekstrinsik
n  Geografis : pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi dari pada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stonebelt.
n  Iklim dan temperatur
n  Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi.
n  Diet : Diet tinggi purin, oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu.
n  Pekerjaan : penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas.

Epidemiologi
n  Abad ke-16 hingga abad ke-18 tercatat insiden tertinggi penderita batu saluran kemih yang ditemukan diberbagai negara di Eropa. Penyakit batu ini sekarang sudah meluas ke berbagai belahan dunia.

Gejala Klinis
n  Tidak ada gejala atau tanda
n  Nyeri pinggang
n  Hematuria makroskopik atau mikroskopik
n  Pernah mengeluarkan batu kecil ketika kencing
n  Batu tampak pada pemeriksaan
n  Gangguan faal ginjal.
n  Dapat menyebabkan demam

Pathogenesis
n  Batu ginjal dapat disebabkan oleh peningkatan pH urine (misalnya batu kalsium bikarbonat) atau penurunan pH urine (mis., batu asam urat). Konsentrasi bahan-bahan pembentuk batu yang tinggi di dalam darah dan urine serta kebiasaan makan atau obat tertentu, juga dapat merangsang pembentukan batu. Segala sesuatu yang menghambat aliran urine dan menyebabkan stasis (tidak ada pergerakan) urine di bagian mana saja di saluran kemih, meningkatkan kemungkinan pembentukan batu.
n  Batu kalsium, yang biasanya terbentuk bersama oksalat atau fosfat, sering menyertai keadaan-keadaan yang menyebabkan resorpsi tulang, termasuk penyakit ginjal. Batu asam urat sering menyertai gout, suatu penyakit peningkatan pembentukan atau penurunan ekskresi asam urat.
                                                                                              Diagnosis
a)      Anamnesis
Anamnesa harus dilakukan secara menyeluruh. Keluhan nyeri harus dikejar mengenai, karakteristik nyeri, penyebaran nyeri, aktivitas yang dapat membuat bertambahnya nyeri ataupun berkurangnya nyeri.
b)      Pemeriksaan Fisik :
n  Penderita dengan keluhan nyeri kolik hebat, dapat disertai takikardi, berkeringat, dan nausea.
n  Masa pada abdomen dapat dipalpasi pada penderita dengan obstruksi berat atau dengan hidronefrosis.
n  Bisa didapatkan nyeri ketok pada daerah kostovertebra, tanda gagal ginjal dan melalui tes urin.
c)       Pemeriksaan penunjang
-          Radiologi : Secara radiologi, batu dapat terlihat melalui foto rontgen pada ginjal yang menandakan adanya batu ginjal.
-          USG : Pemeriksaan USG dapat untuk melihat semua jenis batu, selain itu dapat ditentukan ruang/ lumen saluran kemih. Pemeriksaan ini juga dipakai untuk menentukan letak batu selama tindakan pembedahan untuk mencegah tertinggalnya batu.
-          Laboratorium : Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menunjang adanya batu di saluran kemih, menentukan fungsi ginjal, dan menentukan penyebab batu.

Pencegahan
n  Minum yang cukup.
n  Aktifitas harian yang cukup
n  Diet rendah protein, nitrogen, dan natrium.
n  Batasi makanan yang mengandung banyak oksalat.
n  Hindari minuman bersoda dan vitamin C dosis tinggi.

Penatalaksanaan
n  Peningkatan asupan cairan meningkatkan aliran urine dan membantu mendorong batu. Asupan cairan dalam jumlah besar pada orang-orang yang rentan mengalami batu ginjal dapat mencegah pembentukan batu.
n  Modifikasi makanan dapat mengurangi kadar bahan pembentuk batu, bila kandungan batu teridentifikasi.

Pengobatan
  1. Pemberian obat
n  Dengan obat diharapkan batu dapat keluar secara spontan. Obat yang biasanya dipakai adalah diuretic lemah (golongan tiazid). Obat ini menurunkan kadar kalsium dalam urine dan meningkatkan frekuensi buang air kecil (dieresis), dan juga sebagai obat pengurang rasa nyeri yang timbul.
  1. Bantuan alat
Ø  Extracorporeal Shock Waves Lithotripsy (ESWL).
Merupakan terapi non-invasif karena tidak memerlukan pembedahan atau pemasukan alat ke dalam tubuh pasien. Sesuai dengan namanya, extracorporeal berarti di luar tubuh, sedangkan lithotripsy berarti penghancur batu, secara harfiah ESWL memiliki arti penghancuran batu saluran kemih dengan menggunakan gelombang kejut (shock waves) yang ditransmisi dari luar tubuh.
Setelah melakukan prosedur ESWL, batu menjadi fragmen-fragmen kecil yang nantinya akan keluar melewati saluran kemih selama beberapa hari. Apabila batu berukuran besar, maka terapi ini dilakukan lebih dari sekali.

Ø  Endourologi:
n  PCNL (Percutaneous nephrolithotomy)
                Tindakan PCNL dilakukan  untuk menghancurkan batu ginjal dengan bantuan alat endoskopi yang  dimasukkan ke dalam ginjal sehingga batu dapat dihancurkan dengan alat pemecah batu.
n  Ureteroscopic stone removal
                Tindakan URS merupakan prosedur spesialistik menggunakan alat endoskopik berukuran kurang dari 3 mm yang dimasukkan melalui saluran kemih ke dalam ureter kemudian batu dipecahkan dengan gelombang udara.  Pecahan batu akan keluar bersama air seni.
n  Pembedahan (operasi terbuka)
                Berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan medis, Dokter akan merekomendasikan metoda konvensional ini sesuai perkembangan penyakit yang diderita dan kondisi pasien.


 Daftar pustaka
n  Purnomo BB. Dasar-Dasar Urologi. Edisi Ke-2. Jakarta : Perpustakaan Nasional republik Indonesia. 2003. 62-65.
n  Sjamsuhidrajat R, 1 W. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran – EGC. 2004. 756-763.
n  Tanagho EA, McAninch JW. Smith’s General Urology. Edisi ke-16. New York : Lange Medical Book. 2004. 256-283
n  Webmaster. Batu Saluran Kemih. Diunduh dari : http://www.medicastore.com. Last update : Januari 2008.
n  Webmaster. Renal Calculus. Diunduh dari : http://www.icm.tn.gov.in. Last update : November 2007.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar