RSS

Siklus Menstruasi, Kehamilan, dan Laktasi

Siklus Menstruasi, Kehamilan, dan Laktasi


   Siklus menstruasi

Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Periode ini penting dalam hal reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause.

Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka itu termasuk darah penyakit. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.

Siklus menstruasi pada wanita terdiri dari empat fase, yaitu fase proliferasi, fase sekresi, fase ovulasi, dan fase menstruasi. Penjelasannya sebagai berikut :

1. Fase Proliferasi/Fase Pra-Ovulasi
Fase ini dikendalikan oleh hormon estrogen maka disebut juga “fase estrogenik”. Fase ini dimulai pada hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus.
Setiap bulan setelah haid, hipofisis anterior mensekresikan FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hormon ini berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan pematangan ovum dan folikel Graaf. Selama pertumbuhan folikel menjadi folikel Graaf terjadi proses pembentukan dan pengeluaran hormon estrogen. Estrogen berfungsi untuk membangun endometrium sehingga endometrium rahim menebal hingga 5-7 cm. Selain itu, estrogen juga mempengaruhi kelenjar serviks untuk menghasilkan cairan encer.
Adanya estrogen akan menghambat pengeluaran FSH dan memacu pengeluaran LH yang dikeluarkan lobus anterior hipofisis. Pada tahap akhir, dengan pecahnya folikel Graaf, ovum terlepas dan terlempar keluar, disebut ovulasi, kira-kira hari ke-14 dari suatu siklus.

        2.  Fase Sekresi (Fase Progesteron)/Fase Pasca Ovulasi
Fase ini terjadi pada hari ke-14 sampai hari ke-28 dari siklus. Folikel Graaf yang pecah pada saat ovulasi berubah menjadi korpus rubrum yang mengandung banyak darah. Adanya LH menyebabkan korpus rubrum berubah menjadi korpus luteum (badan kuning). Korpus luteum mensekresikan hormone progesterone.
Selama fase sekresi, endometrium terus menebal. Arteri-arteri membesar dan kelenjar endometrium tumbuh. Perubahan endometrium dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron yang disekresikan oleh korpus luteum sesudah ovulasi. Jika tidak ada kehamilan, korpus luteum berdegenerasi sehingga progesteron dan estrogen menurun bahkan sampai hilang.

3. Fase Premenstruasi
Jika telur tidak dibuahi, korpus luteum berdegenerasi dan lapisan endometrium mengalami pengerutan. Saat ini hormon progesteron dan estrogen akan turun. Fase ini biasanya terjadi selama 3 hari.

4. Fase Menstruasi
Tahap ini berlangsung selama 4-6 hari dalam satu siklus. Oleh karena hormon estrogen dan progesteron berhenti dikeluarkan, maka endometrium mengalami degenerasi. Darah, mucus dan sel-sel epitel dikeluarkan sebagai darah haid dari rongga uterus ke vagina.
Dengan menurun dan hilangnya progesteron dan estrogen, FSH aktif diproduksi lagi dan siklus dimulai kembali.

*      Periode Masa Subur Wanita

Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila prempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungknkan terjadi kehamilan. Masa subur wanita berlangsung kurang dari satu hari (sekitar 23 jam). Hal itu berbeda dengan sperma yang mampu membuahi sel telur selama 2 atau 3 hari meskipun demikian sperma mampunyai kemampuan terbaik untuk membuahi sel telur pada jam-jam pertama sejak sperma dikeluarkan.

*      Tanda-tanda Kehamilan

1.    Gejala Kehamilan Tidak Pasti
     * Menstruasi terlambat dan tidak menstruasi (amenorea)
     * Merasa mual dan muntah
     * Sulit buang air besar
     * Sering buang air kecil

2.    Tanda Kehamilan Tidak pasti
     * Perubahan payudara
     * Perubahan pada perut
     * Leukore atau keputihan
     * Epulis atau pembengkakan pada gusi
     * Suhu basal
     * Perubahan pada rahim

3.    Tanda Kehamilan Pasti
     * Teraba bagian-bagian janin dan dapat dikenal bagian-bagian janin
     * Terdengar dan dapat dicatat bunyi jantung janin
     * Dapat dirasakan gerakan janin
     * Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka janin
* Dengan alat USG dapat diketahui kantung janin, panjang janin, dan dapat      diperkirakan usia kehamilan serta dapat menilai pertumbuhan janin

*      Kehamilan

Fertilisasi adalah proses penggabungan sperma dan ovum. Setelah ejakulasi ke dalam saluran reproduksi wanita, sperma akan tetap hidup selama beberapa hari. Sedangkan ovum akan tetap fertil selam 24 jam setelah ovulasi. Setelah sperma memasuki uterus, kontraksi pada dinding uterin akan membantu sprema mendekati ovum.
Setelah sperma bertemu dengan ovum, akan muncul bukaan di bagian akrosom sperma. Bukaan tersebut akan mengeluarkan enzim pelarut zona pelusida pada oosit sekunder. Setelah sperma memasuki ovum akan terjadi perubahan yang mencegahsperma lain masuk. Biasanya sperma akan kehilangan ekornya ketika masuk untuk membuahi ovum.
Proses masuknya sperma akan merangsang oosit sekunder menyelesaikan pembelahan meiosis keduanya.Kepala sperma bersifat haploid membengkak dan membentuk pronukleus jantan. Pronukleus jantan akan melebur dengan pronukleus betina, kemudian membentuk nukleus zigot yang diploid.
Zigot akan tumbuh menjadi embrio di dalam uterus sejak terjadi fertilisasi hingga dilahirkan. Waktu kehamilan manusia berkisar rata-rata 266 hari atau 38 minggu.

*      Hormon yang Berperan dalam Kehamilan

1.    Progesteron dan estrogen
Merupakan hormon yang berperan dalam masa kehamilan 3-4 bulan pertama masa kehamilan. Setelah itu fungsinya diambil alih oleh plasenta. Hormon estrogen makin banyak dihasilkan seiring dengan bertambahnya usia kandungan karena fungsinya yang merangsang kontraksi uterus. Sedangkan hormon progesteron semakin sedikit karena fungsinya yang menghambat kontraksi uterus.

2.    Prolaktin
Merupakan hormon yang disekresikan oleh plasenta dan berfungsi untuk memacu glandula mamae untuk memproduksi air susu. Serta untuk mengatur metabolisme tubuh ibu agar janin (fetus) tetap mendapatkan nutrisi.

3.    HCG (Hormone Chorionic Gonadotrophin) merupakan hormon untuk mendeteksi adanya kehamilan. Bekerja padahari ke-8 hingga minggu ke-8. Pada masa kehamilan hormon ini ditemukan pada urin wanita pada uji kehamilan.

4.    Hormon oksitosin merupakan hormon yang berperan dalam kontraksi uterus menjelang persalinan.

*      Perkembangan Embrio

1.    Perkembangan embrio di rahim.

Telur yang telah dibuahi oleh sperma membentuk zigot. Kemudian zigot digerakkan oleh silia oviduk menuju ke uterus. Setelah 24 jam, terjadilah pembelahan sel (cleavage). Pembelaha ini terjadi saat sel telur yang dibuahi berjalan dari oviduk ke uterus yang memakan waktu 3-5 hari. Sel telur yang sudah dibuahi tadi akan mengalami pembelahan menjadi dua sel, empat sel, delapan sel, enam belas sel dan akhirnya akan menjadi satu kelompok sel baru yang merupakan suatu benda bulat seperti buah murbeiyang disebut stadium/fase morula. Morula kemudian membentuk bola berongga; bentuk ini disebut blastosit.

Blastosit berdiferensiasi menjadi 3 bagian, yaitu :
a.    Sel-sel terluar disebut tropoblas
b.    Sel-sel bagian dalam disebut embrioblas
c.    Rongga berisi cairan disebut blastosol
Proses perubahan morula menjadi blastosit deisebut blastulasi. Blastosit kemudian turun ke uterus dan menanamkan diri di endometrium atau melakukan implantasi. Implantasi terjadi pada hari ke-7 atau ke-8. Implantasi terjadi Karena sel protoblas mengeluarkan enzim proteolitik. Selanjutnya embrioblas membelah diri sehingga menjadi satu kelompok sel yang sedikit menonjol dan diberi nama bintik benih.
Sel-sel tropoblas mengeluarkan bermacam cairan sehingga antara tropoblas dan bintik benih terpisah. Antara keduanya terbentuk suatu ruangan yang berisi cairan yang makin lama makin luas. Akan tetapi, antara bintik benih dengan tropoblas masih berhubunganpada satu tempat yang dinamakan selom (coelom). Stadium/fase ini dinamakan fase blastula.
Setelah terjadi blastula maka stadium selanjutnya adalah stadium gastrula. Di stadium, ini bintik benihmengalami pertumbuhan sel yang berbeda-beda dan membagi diri menjadi beberapa lapisan sel-sel yang berlainan sifatnya. Lapisa-lapisan itu antar lain ektoderma (lapisan luar) yang dekat dengan tropoblas, lapisan endoderma (lapisan dalam) yang sedikit menonjol ke dalam ruangan eksoselom, dan mesoderma (lapisan tengah).
Saat embrio tumbuh, endoderma berkembang menjadi vatas epithelium gastrointestinum, alat pernapasan, dan sejumlah organ. Mesoderma membentuk peritoneum, otot, tulang, dan jaringan ikat lain. Ektoderma membentuk kulit dan sistem saraf.
2.    Pembentukan Membran Embrio

Selama periode embrionik, membrane embrio terbentuk. Membran-membran ini berada di luar embrio dan berfungsi melindungi dan member makan embrio. Membran-membran tersebut adalah kantong kuning telur, amnion, karion, dan alantois.

a.    Kantong kuning telur
Kantong ini adalah membrane yang dibatasi endoderma. Pada beberapa spesies, kantong kuning telur berfungsi menyediakan nutrisi utama bagi embrio. Pada manusia, kantong ini berfungsi menyediakan tempat mula-mula bagi pembentukan darah. Kantong kuning telur juga mengandung sel-sel yang akan berkembang menjadi spermatogonium atau oogonium setelah bayi dewasa.

b.    Amnion
Amnion merupakan membrane pelindung yang tebal. Saat embrio tumbuh, amnion menyelubungi embrio dan membentuk ruang yang berisi cairan amnion. Cairan amnion berfungsi melindungi embrio dari gesekan dan membantu regulasi suhu tubuh embrio.

c.    Korion
Korion merupakan derivat dari ektoderma dan mesoderma tropoblas. Korion menjadi bagian utama plasenta. Korion ini menyelubungi amnion dan kantong kuning telur.

d.    Alantois
Alantois beruba membran vascular kecil yang merupakan tempat mula-mula pembentukan darah. Fungsi alantois adalah untuk respirasi, saluran makanan dan sekresi.

3.    Pembentukan Plasenta

Pada bulan ketiga, terjadi pembentukan plasenta (ari-ari atau tembuni). Plasenta berbentuk pipih dan berkembang dari korion dan sebagian endometrium. Fungsi plasenta adalah sebagai berikut.
1.    Memungkinkan oksigen dan makanan dari darah ibu berdifusi ke darah janin.
2.    Memungkinkan karbondioksida dan sisa metabolism janin berdifusi ke darah ibu.
3.    Mencegah mikroorganisme masuk ke tubuh janin.
4.    Menyuplai makanan seperti karbohidrat, protein, kalsium dan besi ke tubuh janin.
5.    Menghasilkan beberapa hormon yang dibutuhkan untuk memelihara kehamilan.

Tali pusar

Selama pertumbuhan embrio, pada korion tumbuh struktur seperti jari-jari yang disebut vili korion. Vili korion mengandung pembuluh darah janin dari alantois. Vili korion tumbuh terus hingga terendam pada ruang darah ibu yang disebut ruang intervili. Darah ibu dan janin akan berdekatan, namun tidak bercampur. Fungsi vili korion adalah tempat pertukaran oksigen dan makanan dari darah ibu ke bayi. Dari pembuluh darah dari vili, makanan akan disirkulasikan ke vena umbilikus (tali pusar) dan sisa metabolism dari janin akan meninggalkan janin lewat arteri umbilicus dan berdifusi ke darah ibu.

Tali pusar tersusun atas lapisan terluar amnion yang mengandung arteri umbilikus dan vena umbilikus serta diperkuat oleh jaringan ikat pipih dan alantois. Apabila bayi telah lahir maka tali pusar akan tetap menempel di perut bayi hingga beberapa hari. Setelah tali pusar tanggal, akan meninggalkan bekas di perut yang sering disebut pusar.

Banyak perubahan fisik yang akan anda alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan waktu pembentukan sekaligus perkembangan pesat dari semua sistem dan organ tubuh bayi. Berbagai gejala kehamilan akan datang di trimester kehamilan pertama ini misalnya pembesaran payudara, sering buang air kecil, konstipasi, mual muntah, merasa lelah, sakit kepala, pusing, emosional, dan peningkatan berat badan.
Kalendar kehamilan berikut ini memberikan informasi yang cukup memadai mengenai apa yang terjadi pada tubuh ibu dan janin yang dikandungnya dari minggu pertama hingga saat menjelang persalinan.

Trimester Pertama :

Ø  Minggu 1
Tubuh ibu akan banyak berubah dalam 3 bulan pertama kehamilan. Janin berkembang di dalam rahim ibu, perasaan mual, nyeri punggung, lelah, perubahan mood, keram kaki, sering berkemih, dan konstipasi dapat terjadi di awal kehamilan. Ibu tidak usah khawatir karena semua kejadian ini normal dialami dalam kehamilan. Seiring dengan bertambahnya waktu, semakin besarnya kehamilan, maka keluhan ini perlahan-lahan akan menghilang. Makanlah asupan nutrisi yang bergizi karena trimester pertama adalah masa paling penting di dalam pertumbuhan organ janin (organogenesis). Setiap kehamilan berbeda, dan kehamilan ibu akan memiliki keunikan tersendiri.
Minggu pertama adalah minggu periode menstruasi terakhir, meskipun pembuahan belum terjadi, Ibu sekarang sudah mulai menghitung hari. Minggu ini rahim ibu akan meluruh dan periode menstruasi sedang terjadi. Perlahan-lahan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) mulai diproduksi untuk membantu pematangan sel telur. Pembuahan (pertemuan sel sperma dan sel telur) baru terjadi 12-14 hari lagi dimana setelah terjadi pembuahan maka pada saat itu embrio baru tumbuh.
Ø  Minggu 2
Apabila siklus menstruasi ibu adalah 28 hari, maka Ibu akan berada di masa subur pada akhir minggu ini. Hal ini dikarenakan ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) terjadi pada pertengahan siklus menstruasi (12-14 hari). Jadi mingu ini adalah saat paling tepat untuk terjadinya pembuahan. Minggu ke-2 adalah berakhirnya masa haid dan masuk ke masa proliferasi (lapisan endometrium rahim mengadakan proliferasi atau pertumbuhan rahim untuk mempersiapkan kehamilan). Hormon estrogen mulai meningkat dan menyebabkan lapisan endometrium tumbuh atau berproliferasi. Hormon FSH yang dihasilkan oleh tubuh akan berfungsi untuk membantu mengembangkan 1 atau beberapa folikel menjadi sel telur yang matang. Sel telur matang akan berjalan dari indung telur ke saluran tuba dan menunggu untuk dibuahi.
Akhir minggu ini, adalah waktu Ibu berovulasi. Apabila ibu berhubungan seksual tanpa pelindung, maka setelah pasangan Ibu ejakulasi, 200 – 300 juta sperma berenang di dalam vagina, jutaan sperma yang mampu mencapai rongga rahim dan tuba, hanya sekitar 300 – 500 sel sperma yang mampu mencapai ampula tuba (dimana sel telur menanti dibuahi), dan hanya 1 sel sperma yang mampu memenangkan persaingan dari jutaan sel sperma lainnya pada akhir perjalanan.
Ø  Minggu 3
Tanda awal kehamilan :
Setelah ejakulasi, sel sperma yang mencapai saluran kelamin wanita harus melalui masa penyesuaian terlebih dahulu selama 7 jam yang berlangsung di dalam vagina Membutuhkan waktu sekitar 10 jam bagi sperma untuk mencapai saluran tuba namun hanya butuh 20 menit untuk sel sperma membuahi sel telur. Pembuahan berlangsung selama 12 – 24 jam, dimulai ketika sel sperma memasuki sel telur dan berakhir dengan terbentuknya zigot (sel yang berkembang).
Hasil utama dari pembuahan adalah kombinasi kromosom (materi genetik) dari kedua orangtua, penentuan jenis kelamin, dan dimulainya pembelahan. Pronukleus sel sperma akan bergabung dengan pronukleus sel telur untuk mengkombinasikan materi genetik. Apabila sperma membawa kromosom Y, maka bayi ibu laki-laki, sedangkan apabila sperma membawa kromosom X, maka bayi Ibu perempuan. Dalam beberapa jam setelah sel telur dibuahi, dimulailah pembelahan zigot.
Sel akan membelah menjadi 2 sel, dan terus membelah, membelah, dan membelah lagi setiap 12 jam. Dalam waktu 30 jam sel akan membelah menjadi 2, dalam waktu 3 hari sel akan membelah menjadi 16 (morula). Dalam stadium morula, sel akan diarahkan perlahan-lahan berjalan dari saluran tuba menuju rahim. Di dalam rongga rahim sel akan berkembang menjadi ratusan sel dan dikelilingi oleh rongga berisi cairan yang disebut dengan blastokista.
Blastokista akan mencari tempat untuk nidasi atau implantasi (melekat) ke dinding rahim (terkadang terjadi perdarahan di saat nidasi-salah satu tanda kehamilan). Dalam waktu 9 hari blastokista akan berimplantasi pada dinding depan atau dinding belakang rahim, dekat pada fundus rahim (bagian paling atas dari rahim). Tubuh ibu akan mengeluarkan protein imunosupresan yang mencegah tubuh bereaksi karena melihat janin sebagai benda asing. Jika implantasi atau perlekatan ini terjadi barulah dapat disebut kehamilan.
Ø  Minggu  4
Awal Pembentukan Organ :
Embrio :
Telur yang sudah dibuahi akan melakukan interaksi dan perlekatan dengan rahim. Setelah perlekatan terjadi, hormon hCG akan dilepaskan-hormon kehamilan yang akan memberikan tanda 2 strip pada tes kehamilan. hCG akan merangsang korpus luteum (kantung tempat keluar sel telur) untuk memproduksi hormon progesteron yang berguna untuk menjaga lapisan rahim sebagai sarana perlekatan embrio sampai plasenta mengambil alih-6 minggu dari sekarang.
Embrio akan bekerja keras minggu ini, membuat plasenta, tali pusat, dan dasar dari tubuhnya. Kantung amnion akan berisi cairan amnion yang mengelilingi embrio dan berguna untuk melindungi embrio. Sedangkan yolk sac akan memproduksi darah dan membantu memberikan nutrisi untuk embrio sampai plasenta mengambil alih.
Saat ini embrio akan berkembang menjadi 3 lapisan, dimana masing-masing lapisan akan membentuk organ. Lapisan endoderm atau lapisan terdalam akan membentuk saluran pencernaan, usus, hati, dan paru. Lapisan tengah atau mesoderm akan membentuk jantung, alat kelamin, otot, tulang dan ginjal. Lapisan terluar, yaitu ektoderm akan membentuk rambut, kulit, mata, dan sistim saraf. Pada akhir minggu ke-4 embrio Ibu akan memiliki kepala, mulut yang terbuka, otak serta jantung primitif. Embrio akan berukuran 0,36 mm – 1 mm dan memiliki berat kurang dari 1 gram.


Ø  Minggu 5
Permulaan masa embriogenik :
Embrio :
Minggu ke-5 adalah permulaan periode embrionik (dari minggu 5 – 10 kehamilan), suatu periode yang sangat penting di dalam perkembangan organ janin. Embrio ibu saat ini berusia 3 minggu. Peristiwa yang paling khas dalam minggu kelima adalah gastrulasi, yaitu proses yang membentuk ketiga lapisan germinal pada embrio. Tiga lapisan yang berkembang yaitu endoderm, mesoderm, dan, ektoderm, masing-masing akan membentuk organ. Lapisan endoderm atau lapisan terdalam akan membentuk saluran pencernaan, usus, hati, dan paru. Lapisan tengah atau mesoderm akan membentuk jantung, alat kelamin, otot, tulang, dan ginjal. Lapisan terluar, yaitu ektoderm akan membentuk rambut, kulit, mata, dan sistim saraf.
Pada akhir minggu ke-5 embrio akan membentuk dasar kerangka sumbu badan, otak, serta jantung primitif. Embrio akan berukuran 0,36 mm – 1 mm dan memiliki berat kurang dari 1 gram. Minggu ini adalah suatu tahapan yang sangat peka terhadap gangguan-gangguan teratogenik (kecacatan janin).
Pada akhir minggu, embrio yang sebelumnya hanya berbentuk kumpulan sel, saat ini berbentuk tabung dengan bagian atas dan bagian bawah yang melebar. Terbentuk alur saraf yang memanjang dari atas ke bawah. Lipatan saraf kranial sudah membagi diri menjadi bagian-bagian dari otak. Pembuatan jantung primitif akan dimulai pada tengah minggu ke-5, jantung akan terbagi menjadi 4 ruang engan menggunakan USG atau echocardiografi fetal, pergerakan jantung embrio dapat terlihat.
Ø  Minggu 6
Prenatal pertama :
Embrio :
Minggu ini embrio akan memiliki bentuk seperti kecebong, dengan kepala yang lebih besar dari organ lain dan memiliki buntut. Tabung saraf yang akan membentuk saraf tulang belakang dan otak memanjang dari atas sampai bawah embrio. Penonjolan pada pusat embrio (tengah) akan membentuk jantung. Pembentukan otak, jantung dan pembuluh darah, sistim saraf, dan organ lain mulai berkembang. Lidah mulai terbentuk pada embrio berusia 4 minggu dalam bentuk 2 tonjolan lidah lateral dan 1 tonjolan lidah medial. Saluran usus primitif dan pembentukan tunas hati akan terbentuk pada embrio berukuran 3 mm ini. Kantung amnion dan plasenta juga sedang dibentuk.

Embrio Ibu memiliki panjang sekitar 1,25 mm – 3 mm. Minggu ini adalah minggu perkembangan besar-besaran dari organ tubuh embrio. Sudah terbentuk lempeng telinga, lempeng mata, lengkung faring, dan rigi lengan. Tonjol-tonjol wajah berupa tonjol maksila (rahang atas) dan tonjol mandibula (rahang bawah) sudah terbentuk.

Sel mesoderm akan berkembang menjadi sel-sel darah dan kemudian membentuk pembuluh-pembuluh darah kecil. Dengan berlanjutnya pembentukan tunas pembuluh darah, pembuluh darah ekstraembrional akan membentuk hubungan dengan pembuluh darah di dalam embrio sehingga menghubungkan embrio dan plasenta (ari-ari).Selaput perikardium (meliputi jantung) mulai terbentuk. Tunas paru mulai tampak sebagai suatu tonjolan di dekat dinding depan usus. Bagian-bagian dari ginjal yaitu tubulus nefron dan glomerulusnya berkembang pesat minggu ini.


Ø  Minggu 7

Perubahan tubuh ibu hamil :

Embrio :

Pada minggu ke-7, bentuk luar dari embrio berkembang dengan pesat. Mata yang berukuran sebesar titik saat ini akan membentuk lensa mata. Lempeng telinga juga akan membentuk gelembung telinga yang berkembang membentuk bangunan-bangunan yang berfungsi untuk pendengaran dan keseimbangan. Pembentukan lapisan untuk kavum timpani serta tuba eustachius (bagian dari telinga) sudah mulai berkembang. Minggu ini tangkai kantung kuning telur dan tangkai penghubung bersatu membentuk tali pusat.

Rongga jantung yang hampir sempurna sudah mulai dialiri oleh darah. Sekat jantung mulai dibentuk mulai minggu ke-6 sampai minggu ke-8. Apabila terjadi gangguan pada pembentukan sekat jantung saat ini, maka bayi dapat lahir dengan kelainan jantung bawaan.

Permulaan dari sistim pencernaan dan sistim pernapasan mulai terbentuk. Tunas paru akan membentuk trakea dan tunas bronkialis. Tunas bronkialis akan membentuk saluran bronkus di kanan dan kiri. Otak, otot, dan tulang juga sudah memiliki bentuk awal. Plakoda hidung membentuk lubang hidung dan membentuk tonjol hidung. Tunas untuk anggota badan depan dan belakang (tangan dan kaki) sudah mulai berbentuk dayung dan semakin memanjang. Panjang embrio dari puncak kepala sampai bokong berukuran 2-5 mm, pengukuran ini lebih sering dipakai daripada pengukuran dari kepala ke tumit karena kaki embrio seringkali terlipat yang mengakibatkan sulitnya pengukuran.

Ø  Minggu 8

Perkembangan pesat otak dan jantung embrio :

Perkembangan terbanyak minggu ini adalah perkembangan otak dan kepala embrio. Pada minggu ke-8, otak embrio berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Wajah dari embrio juga semakin jelas terlihat, matanya terbuka, mulut dan lidahnya berkembang, dan embrio sudah mulai membentuk ginjal. Saat ini adalah periode kritis perkembangan lengan hampir berakhir, tonjolan lengan dan kaki mulai membentuk bagian tangan, bahu, dan jari-jari. Tonjolan lengan sudah berada di posisi proporsional akhir dan perkembangan rigi jari-jari tangan dan kaki sudah terbentuk. Tali pusat-bagian yang menghubungkan antara embrio dengan plasenta- sudah terbentuk. Tali pusat akan menjamin transportasi nutrisi dan oksigen untuk embrio Ibu.

Pada minggu ke-8, jantung janin sudah lengkap terbentuk 4 rongga, sekat untuk membatasi ruang bilik dan serambi, serta katup diatara ruang-ruangnya. Tonjolan paru sudah diliputi oleh pleura (selaput paru) dan cabang dari saluran bronkus. Saluran-saluran dari ginjal juga semakin banyak dan semakin berkembang. Membrana kloakalis pada janin sudah terbagi menjadi membarana urogenitalis (membentuk saluran kencing dan alat kelamin) serta membrana analis (membentuk anus atau dubur). Tonjol genitalia akan berkembang menjadi tonjol skrotum (kantong kemaluan) pada bayi laki-laki dan akan berkembang menjadi labia mayora pada bayi wanita. Embrio Ibu saat ini memiliki panjang 2 kali lipatnya yaitu 11-13 mm.

Akhir minggu ke-8, embrio Ibu berusia 6 minggu dan berukuran 22-24 mm, kepala masih lebih besar dibandingkan dengan tulang belakang. Tonjolan jari tangan dan kaki sudah ada, saluran dari tenggorokan ke paru-paru sudah terbentuk. Bibir atas sudah sempurna dan bentuk telinga bagian luar mulai membentuk elevasi pada kedua sisi kepala. Bagian ‘buntut’ embrio akan perlahan menghilang. Pertumbuhan embrio memiliki kecepatan 1 mm/hari, namun tidak harus di dalam penambahan panjang badan, dapat juga di pertumbuhan organ lain seperti di lengan dan kaki.

Periode kritis perkembangan jantung sudah hampir berakhir. Bilik jantung sudah lengkap dan akan menyempurnakan bentuknya. Perkembangan hati disini akan menyebabkan penonjolan dari perut embrio. Sistim saluran pencernaan berkembang di umbilikus, usus halus berkembang dan akan bermigrasi ke dalam perut ketika ruang di perut embrio sudah cukup besar. Punggung embrio semakin memanjang sekarang, rangka embrio masih terdiri atas kartilage (tulang rawan) dimana sel tulang pertama akan menggantikan kartilage pada hari ke 47 kehamilan. Osifikasi (proses penulangan) primer mulai terjadi di pusat dari tulang panjang, Embrio ibu sudah mulai terlihat seperti bayi kecil sekarang.

Ø  Minggu 9

Pergerakan embrio pertama kali :

Embrio :

Minggu ini mata embrio sudah memiliki lensa, iris, retina, kornea, dan kelopak mata. Mata janin belum terbuka karena kelopak mata belum terbentuk sempurna. Pigmentasi retina didapatkan pada embrio. Saat ini embrio Ibu sudah menjadi janin yang berarti ‘muda’. Meskipun masih tergolong sangat kecil, embrio Ibu sudah terlihat mirip dengan bayi. Selama perkembangan organ, lengan atas lebih cepat tumbuh dibanding paha dan betis. Lengan sudah berada di lokasi final dan jari-jari mulai memisah. Lekukan yang menandai perkembangan jari tangan di kemudian hari sudah terbentuk.

Tonjol rahang atas (maksila) menyatu dengan tonjol hidung ketika bibir atas terbentuk. Herniasi umbilikus atau masuknya organ pencernaan (usus, lambung) yang berada di luar perut embrio ke dalam perut mulai terjadi minggu ini.

Pankreas, kandung empedu, duktus biliaris, dan anus (dubur) sudah siap di posisi masing-masing. Hati embrio sudah terbentuk dan mulai menghasilkan sel darah merah yang dipompakan ke seluruh tubuh oleh jantungnya yang kecil. Jantung embrio sendiri saat ini sudah terbagi atas 4 ruangan dan berdebar 150x/menit.

Perkembangan luar biasa minggu ini adalah embrio Ibu yang mulai bergerak. Meskipun sudah mulai bergerak, Ibu masih belum bisa merasakannya. Gigi yang sangat kecil sudah berada di bawah gusi, pita suara dan kelenjar ludah mulai terbentuk, serta janin akan mulai membuka mulutnya minggu ini. Pertumbuhan alat kelamin janin Ibu akan dimulai. Panjang janin Ibu saat ini adalah 22-30 mm dengan berat badan sekitar 2 gram.

Ø  Minggu 10

Pembesaran pembuluh vena ibu hamil :

Embrio :

Embrio saat ini memiliki panjang 31 sampai 42 mm dengan perkiraan berat badan sekitar 4-5 gram. Embrio Ibu sudah memiliki jari-jari tangan dan kaki yang bebas sehingga membuat Ibu dapat merasakan tendangan di perut. Tungkai semakin memanjang dan membengkok di daerah siku dan lutut. Penulangan tulang anggota badan akan dimulai pada akhir masa embrio. Saat ini tulang embrio mulai terbentuk dan indentasi di kaki yang akan membentuk lutut dan tumit mulai mengeras.

Telinga sudah mulai berbentuk dan kelopak mata sudah tidak transparan lagi. Tonjolan untuk pembentukan gigi yang berada di bawah gusi mulai terbentuk (meskipun bayi Ibu nantinya baru memiliki gigi pada usia 6-7 bulan setelah lahir). Menjelang perkembangan minggu ke-10, lamina dentis yang berada di sepanjang rahang atas dan rahang bawah membentuk tunas gigi, masing-masing 10 buah pada setiap rahang. Wajah embrio saat ini sudah menyerupai manusia dengan ekornya yang sudah menghilang. Herniasi umbilikus akan bertahan sampai minggu ke-15.

Otak embrio akan membentuk 250.000 sel saraf baru setiap menitnya, ginjal embrio Ibu sudah mulai memproduksi air seni, lambungnya mulai memproduksi asam lambung, dan bila embrio Ibu laki-laki, dia akan mulai memproduksi hormon testosteron. Detak jantung janin sudah mulai dapat terdeteksi oleh suatu alat yang bernama Doppler. Kemungkinan keguguran janin akan menurun setelah minggu ke-10. Paru sudah terbagi atas 3 lobus di sebelah kanan, dan 2 lobus di sebelah kiri, lengkap dengan selaputnya.

Ø  Minggu 11

Penyempurnaan organ janin :

Janin :

Janin saat ini memiliki panjang dari kepala sampai bokong sekitar 44 sampai 60 mm dengan perkiraan berat janin sekitar 8 gram, kurang lebih sebesar telapak tangan ibu. Tahap gangguan atau kecacatan pada janin sudah terlewat minggu ini, minggu pembentukan organ sudah selesai dan sekarang memasuki tahap pembesaran, pemanjangan, dan penyempurnaan.

Tangan janin akan mulai terbuka dan membentuk kepalan tinju, nail bed atau dasar dari kuku mulai terbentuk, tonjolan di bawah giginya mulai terbentuk, dan beberapa tulangnya mulai mengeras. Janin akan memulai refleks menelan dan mencium.

Janin akan mulai bergerak dan menggeliat dan gerakan tersebut akan semakin bertambah seiring dengan perkembangan tubuhnya yang makin sempurna. Namun gerakan ini hanya terlihat dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Ibu sendiri baru akan merasakan gerakan janin dalam beberapa minggu ke depan. Meskipun testis dan indung telur sudah sempurna terbentuk minggu ini, jangan buru-buru menyiapkan dekorasi kamar bayi, Ibu baru dapat melihat jenis kelamin janin dalam waktu beberapa minggu lagi. Bila bayi Ibu perempuan, perkembangan rahim dan vaginanya sudah dimulai.

Ø  Minggu 12

Refleks bayi mulai terbentuk :

Janin :

Berat janin Ibu sekarang antara 8 – 14 gram dengan panjang kepala sampai bokong hampir 60 mm. Janin Ibu tumbuh dan berkembang 2 kali lipat dalam 3 minggu terakhir. Perkembangan terbesar janin minggu ini adalah refleks bayi. Jari janin Ibu akan mulai terbuka, ibu jari kaki janin akan mulai menekuk, otot mata akan berkontraksi dimana janin dapat mengedipkan mata, dan mulut janin akan membentuk gerakan menghisap. Usus janin Ibu yang berkembang dengan sangat cepat sampai membuat suatu tonjolan di tali pusat akan mulai masuk ke rongga abdomen (perut) mulai minggu ini, dan ginjal janin akan mulai menghasilkan air seni ke dalam kantong kemih.

Sementara itu sel saraf janin berkembang sangat cepat dan di dalam otak janin sinaps atau aliran listrik saraf juga mulai terbentuk. Mata janin akan berpindah dari sisi samping ke depan kepala dan telinga janin berada di sisi kepala, di tempat yang seharusnya. Janin mulai dapat menelan cairan amnion (ketuban) di mana janin Ibu sedang berenang-renang sekarang. Jangan khawatir janin Ibu tidak bisa bernapas dan tenggelam di dalam cairan amnion. Janin mendapatkan oksigen dari darah yang dipompakan ke dalam tubuh oleh plasenta dikarenakan janin belum dapat bernapas menggunakan paru-paru.

Sebagian besar organ janin sudah sempurna terbentuk minggu ini. Sekarang janin akan memasuki masa maintenance yaitu masa pematangan fungsi sistim organ agar organ dapat berfungsi sempurna dalam 28 minggu ke depan.

*      Kehamilan Bayi Kembar

Kembar atau anak kembar adalah dua atau lebih individu yang membagi uterus yang sama dan biasanya, tapi tidak selalu, dilahirkan dalam hari yang sama. Pada manusia, ibu dengan kandungan yang membawa bayi kembar dengan demikian akan mengalami persalinan berganda dan biasanya masa mengandung yang lebih singkat (34 sampai 36 minggu) daripada kehamilan bayi tunggal. Karena kelahiran prematur biasanya memiliki konsekuensi kesehatan kepada bayi, kelahiran kembar seringkali ditangani secara khusus yang agak berbeda daripada kelahiran biasa.

*      Jenis-jenis Kembar

1.    Kembar dizigotik atau fraternal (DZ)

Kembar dizigotik (dikenal sebagai "kembar non-identik") terjadi karena zigot-zigot yang terbentuk berasal dari sel telur yang berbeda. Terdapat lebih dari satu sel telur yang melekat pada dinding rahim yang terbuahi oleh sel-sel sperma pada saat yang bersamaan. Pada manusia, proses ovulasi kadang-kadang melepaskan lebih dari satu sel telur matang ke tuba fallopi yang apabila mereka terbuahi akan memunculkan lebih dari satu zigot.
Kembar dizigotik secara genetik tidak berbeda dari saudara biasa dan berkembang dalam amnion dan plasenta yang terpisah. Mereka dapat memiliki jenis kelamin yang berbeda atau sama.

2.    Kembar monozigotik atau identik (MZ)

Kembar monozigotik terjadi ketika sel telur tunggal terbuahi dan membentuk satu zigot (monozigotik). Dalam perkembangannya, zigot tersebut membelah menjadi embrio yang berbeda. Kedua embrio berkembang menjadi janin yang berbagi rahim yang sama. Tergantung dari tahapan pemisahan zigot, kembar identik dapat berbagi amnion yang sama (dikenal sebagai monoamniotik) atau berbeda amnion. Lebih jauh lagi, kembar identik bukan monoamniotik dapat berbagi plasenta yang sama (dikenal dengan monokorionik, monochorionic) atau tidak. Semua kembar monoamniotik pasti monokorionik. Berbagi amnion yang sama (atau amnion dan plasenta yang sama) dapat menyebabkan komplikasi dalam kehamilan. Contohnya, tali pusar dari kembar monoamniotik dapat terbelit sehingga mengurangi atau mengganggu penyaluran darah ke janin yang berkembang.

*      Laktasi atau menyusui

ASI adalah cairan dengan komposisi khas untuk menjamin pertumbuhan optimal pada tiap spesies.
Makhluk yang menyusui seperti mamalia memproduksi susu untuk makanan anaknya. Manusia memiliki kelenjar susu & sepasang payudara terletak di bawah kulit, tertanam dalam jaringan penunjang dan lemak di atas otot dada depan.
Masa laktasi adalah periode yang terjadi sesaat setelah bayi lahir dimana ASI dibentuk dan dikeluarkan. Masa laktasi ini sangat erat sekali kaitannya dengan manajemen maupun motivasi ibu untuk menyusui bayinya. 
Laktasi adalah proses sintesis atau produksi serta pengeluaran ASI dari payudara. Proses sintesis atau pengeluaran ASI ini melibatkan 2 hormon, yaitu hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Hormon prolaktin untuk membantu menstimuli produksi susu. Hormon oksitosin membantu proses pengeluaran susu ke puting.
Menyusui adalah proses anak mendapatkan air susu melalui menyusu/mengisap/mengemut payudara ibu. Menyusui memiliki pengertian yang kompleks, karena tidak hanya membahas tentang ibu, tetapi juga anak, atau dengan kata lain laktasi salah satu bagian dari menyusui.
Pada umumnya, bayi hanya memerlukan ASI sampai usia 3 bulan. Biasanya tidak terdapat gangguan pertumbuhan pada masa usia ini, kecuali jika anak menderita penyakit atau karena hal-hal tertentu di luar faktor makanan.

Akan tetapi, setelah tiga bulan, jumlah ASI yang dihasilkan ibu akan mulai berkurang, sehingga tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan anak akan kalori dan protein. Anak mulai memperlihatkan tanda-tanda awal gangguan pertumbuhan, seperti kenaikan berat badan mulai lambat dan sebagainya. Pengaturan makanan yang tepat dan benar merupakan kunci pemecahan masalah ini.

Khasiat ASI sebagai makanan untuk bayi tidak perlu disangsikan lagi. Ahli kedokteran anak di seluruh dunia telah mengadakan penelitian terhadap kebaikan ASI sebagai makanan bayi dan menyimpulkan sebagi berikut.

Air susu ibu mengandung hampir semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi dengan komposisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi. ASI mengandung kadar laktosa tinggi. Laktosa dalam usus akan mengalami peragian hingga membentuk asam laktat. Asam laktat dalam susu bayi bermanfaat untuk :

1)    Menghambat pertumbuhan bakteri yang patogen.
2)    Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan berbagai asam organik dan mensintesis beberapa jenis vitamin dalam usus.
3)    Memudahkan terjadinya pengendapan calcium caseinate (protein susu).
4)    Memudahkan penyerapan berbagi jenis mineral, seperti kalsium, fosfor dan magnesium.
5)    ASI tidak mengandung bibit penyakit, justru mengandung zat penolak untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. Zat kekebalan yang terdapat dalam ASI antara lain laktoferin, dan antibody yang dapat melindungi anak dari bakteri, virus, dan jamur.
6)    ASI lebih aman terhadap kontaminasi, karena ASI diberikan langsung, maka kemungkinan tercemar zat yang berbahaya lebih kecil.
7)    Resiko alergi pada bayi sangat kecil.
8)    Temperatur ASI sesuai dengan temperatur tubuh bayi.
9)    Pemberian ASI dapat mempererat hubungan kasih saying antara ibu dan bayinya.
10) Bayi yang menyusu pada ibunya memiliki pertumbuhan geraham lebih baik.
11) Bentuk payudara ibu memungkinkan bayi menyusu tidak tersedak.

Proses laktasi tidak terlepas dari pengaruh hormonal, adapun hormon-hormon yang berperan adalah :

1.    Progesteron, berfungsi mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini menstimulasi produksi secara besar-besaran.
2.    Estrogen, berfungsi menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar. Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui. Sebaiknya ibu menyusui menghindari KB hormonal berbasis hormon estrogen, karena dapat mengurangi jumlah produksi ASI.
3.    Follicle stimulating hormone (FSH).
4.    Luteinizing hormone (LH).
5.    Prolaktin, berperan dalam membesarnya alveoil dalam kehamilan.
6.    Oksitosin, berfungsi mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya, seperti halnya juga dalam orgasme. Selain itu, pasca melahirkan, oksitosin juga mengencangkan otot halus di sekitar alveoli untuk memeras ASI menuju saluran susu. Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu let-down/ milk ejection reflex.
7.    Human placental lactogen (HPL): Sejak bulan kedua kehamilan, plasenta mengeluarkan banyak HPL, yang berperan dalam pertumbuhan payudara, puting, dan areola sebelum melahirkan.
Pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap memproduksi ASI. Namun, ASI bisa juga diproduksi tanpa kehamilan (induced lactation).
Proses Pembentukan Laktogen :
·         Laktogenesis I

Merupakan fase penambahan dan pembesaran lobulus-alveolus. Terjadi pada fase terakhir kehamilan. Pada fase ini, payudara memproduksi kolostrum, yaitu berupa cairan kental kekuningan dan tingkat progesteron tinggi sehingga mencegah produksi ASI. Pengeluaran kolustrum pada saat hamil atau sebelum bayi lahir, tidak menjadikan masalah medis. Hal ini juga bukan merupakan indikasi sedikit atau banyaknya produksi ASI.


·         Laktogenesis II

Pengeluaran plasenta saat melahirkan menyebabkan menurunnya kadar hormon progesteron, esterogen dan HPL. Akan tetapi kadar hormon prolaktin tetap tinggi. Hal ini menyebabkan produksi ASI besar-besaran.
 Apabila payudara dirangsang, level prolaktin dalam darah meningkat, memuncak dalam periode 45 menit, dan kemudian kembali ke level sebelum rangsangan tiga jam kemudian. Keluarnya hormon prolaktin menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI, dan hormon ini juga keluar dalam ASI itu sendiri. Penelitian mengemukakan bahwa level prolaktin dalam susu lebih tinggi apabila produksi ASI lebih banyak, yaitu sekitar pukul 2 pagi hingga 6 pagi, namun level prolaktin rendah saat payudara terasa penuh.

Hormon lainnya, seperti insulin, tiroksin, dan kortisol, juga terdapat dalam proses ini, namun peran hormon tersebut belum diketahui. Penanda biokimiawi mengindikasikan bahwa proses laktogenesis II dimulai sekitar 30-40 jam setelah melahirkan, tetapi biasanya para ibu baru merasakan payudara penuh sekitar 50-73 jam (2-3 hari) setelah melahirkan. Artinya, memang produksi ASI sebenarnya tidak langsung keluar setelah melahirkan.

Kolostrum dikonsumsi bayi sebelum ASI sebenarnya. Kolostrum mengandung sel darah putih dan antibodi yang tinggi daripada ASI sebenarnya, khususnya tinggi dalam level immunoglobulin A (IgA), yang membantu melapisi usus bayi yang masih rentan dan mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini juga mencegah alergi makanan. Dalam dua minggu pertama setelah melahirkan, kolostrum pelan pelan hilang dan tergantikan oleh ASI sebenarnya.

·         Laktogenesis III

Sistem kontrol hormon endokrin mengatur produksi ASI selama kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Ketika produksi ASI mulai stabil, sistem kontrol autokrin dimulai. Pada tahap ini, apabila ASI banyak dikeluarkan, payudara akan memproduksi ASI banyak. Penelitian berkesimpulan bahwa apabila payudara dikosongkan secara menyeluruh juga akan meningkatkan taraf produksi ASI. Dengan demikian, produksi ASI sangat dipengaruhi seberapa sering dan seberapa baik bayi menghisap, dan juga seberapa sering payudara dikosongkan.


ASI yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ketiga atau keempat setelah persalinan disebut kolostrum. Setelah hari keempat sampai kira-kira minggu kelima disebut air susu peralihan. Setelah minggu kelima dan seterusnya, ASI yang diproduksi mempunyai komposisi zat gizi yang tetap.

Kolostrum berwarna lebih kuning dan lebih kental daripada ASI. Kolostrum berkhasiat membersihkan saluran percernaan bayi dari mukoneum (kotoran yang terdapat dalam saluran percernaan janin). Selain itu, kolostrum juga merangsang kematangan mukosa usus sehingga saluran pencernaan bayi siap untuk mencerna ASI.

ASI memiliki kandungan gizi lengkap, baik makronutrien, seperti protein, lemak, karbohidrat, maupun mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral. Mineral yang terdapat dalam ASI sama dengan yang terkandung dalam kolostrum, hanya kadarnya lebih rendah. Keuntungan lain dalam pemberian ASI adalah praktis, karena dapat diberikan kapan saja, dimana saja dalam keadaan segar dengan suhu yang sesuai dengan suhu bayi, higienis, dan ekonomis.

*      Anjuran Pemberian ASI

ü  0-6 bulan :
ASI eksklusif memenuhi 100% kebutuhan

ü  6-12 bulan :
ASI memenuhi 60-70% kebutuhan, perlu makanan pendamping ASI yang adekwat

ü  >12 bulan :
ASI hanya memenuhi 30% kebutuhan, ASI tetap diberikan untuk keuntungan lainnya

*      Manfaat ASI bagi Bayi

·         Mudah dicerna dan diserap
·         Mengandung enzim pencernaan (maka sering merasa lapar)
·         Mengandung zat penangkal penyakit
·         Selalu berada dalam suhu yang tepat
·         tidak menyebabkan alergi mencegah maloklusi/ kerusakan gigi
·         Mengoptimalkan perkembangan
·         Meningkatkan hubungan ibu dan bayi
·         Menjadi orang yang percaya diri
·         Mengurangi kemungkinan berbagai penyakit kronik dikemudian hari, seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, dan penyakit keganasan.

*      Manfaat ASI bagi Bayi

·         Mencegah perdarahan pasca persalinan
·         Mempercepat involusi uterus
·         Mengurangi anemia
·         Mengurangi risiko kanker ovarium & payudara
·         Memberikan rasa dibutuhkan
·         Mempercepat kembali ke berat semula
·         Sebagai metoda KB sementara




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar