RSS

SP ANFIS, Teknik Elektromedik - Arif Ibrahim, Susunan Sistem Saraf



Susunan Sistem Saraf

Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
A. SSP (Sistem Saraf Pusat)
(1) Otak
Otak dilapisi oleh selaput otak yang disebut selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari 3 lapisan, yaitu lapisan durameter, lapusan araknoid, dan lapisan piameter.
(a)    Lapisan durameter yaitu lapisan yang terdapat di paling luar dari otak dan bersifat tidak kenyal. Lapisan ini melekat langsung dengan tulang tengkorak. Berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan yang halus dari otak dan medula spinalis.
(b)   Lapisan araknoid yaitu lapisan yang berada dibagian tengah dan terdiri dari lapisan yang berbentuk jaring laba-laba. Ruangan dalam lapisan ini disebut dengan ruang subaraknoid dan memiliki cairan yang disebut cairan serebrospinal. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi otak dan medulla spinalis dari guncangan.
(c)    Lapisan piameter yaitu lapisan yang terdapat paling dalam dari otak dan melekat langsung pada otak. Lapisan ini banyak memiliki pembuluh darah. Berfungsi untuk melindungi otak secara langsung.
Description: https://systembiosaraf.files.wordpress.com/2010/04/image012.jpg?w=640
Otak merupakan alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50 dari berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil (Cerebellum), dan batang otak. Otak dibagi menjadi beberapa bagian, di antaranya adalah cerebrum, mesenchepalon, dienchephalaon, dan cerebellum. Adapun penjelasan dari masing-masing bagian yaitu:
(a) Cerebrum
Cerebrum merupakan bagian otak yang memenuhi sebagian besar dari otak kita yaitu 7/8 dari otak. Cerebrum mempunyai 2 bagian belahan otak yaitu otak besar  belahan kiri yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh bagian kanan. Kemudian otak besar belahan kanan yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh bagian kiri. Bagian kortex cerebrum berwarna kelabu yang banyak mengandung  badan sel saraf. Sedangkan bagian medulla berwarna putih yang bayak mengandung dendrit dan neurit. Bagian kortex dibagi menjadi 3 area yaitu area sensorik yang menerjemahkan impuls menjadi sensasi. Kedua adalah area motorik yang berfungsi mengendalikan koordinasi kegiatan otot rangka. Ketiga adalah area asosiasi yang berkaitasn dengan ingatan, memori, kecedasan, nalar/logika, kemauan.
Cerebrum mempunyai 4 macam lobus yaitu :
(a)    Lobus frontal berfungsi sebagai pusat penciuman, indera peraba.
(b)   Lobus temporal berungsi sebagai pusat pendengaran
(c)    Lobus oxsipetal berfungsi sebagai pusat pengliihatan.
(d)   Lobus parietal berfungsi sebagai pusat ingatan, kecerdasan, memori, kemauan, nalar, sikap.
(2) Mesencephalon
Mesencephalon merupakan bagian otak yang  terletak di depan cerebellum dan jembatan varol. Mesencephalon berfungsi sebagai pusat pengaturanan refleks mata, refleks penyempitan pupil mata dan pendengaran.
(3) Diencephalaon
Diencephalaon merupakan bagian otak yang terletak di bagian atas dari batang otak dan di depan mesencephalon. Diencephalaon terdiri dari talamus yang berfungsi untuk stasiun pemancar  bagi impuls yang sampai di otak dan medulla spinalis. Bagian yang kedua adalah hipotalamus yang  berfungsi sebagai pusat pengaturan suhu tubuh, selera makan dan keseimbangan cairan tubuh, rasa lapar, sexualitas, watak, dan emosi.
(4) Cerebellum
Cerebellum merupakan bagian otak yang terletak di bagian belakang otak besar, berfungsi sebagai pusat pengaturan koordinasi gerakan yang disadari dan keseimbangan tubuh serta posisi tubuh. Cerebellum memiliki 2 bagian belahan yaitu belahan cerebellum bagian kiri dan belahan cerebellum bagian kanan yang dihubungkan dengan jembatan varoli yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari otot-otot belahan kiri dan kanan.

(5) Medulla oblongata
Medulla oblongata disebut juga dengan sumsum lanjutan atau penghubung atau batang otak. Terletak langsung setelah otak dan menghubungkana dengan medulla spinalis, di depan cerebellum. Susunan kortexmya terdiri dari neeurit dan dendrite dengan warna putih dan bagian medulla terdiri dari bdan sel saraf dengan warna kelabu. Medulla oblongata berfungsi sebagai pusat pengaturan ritme respirasi, denyut jantung, penyempitan dan pelebaran pembuluh darah, tekanan darah, gerak alat pencernaan, menelan, batuk, bersin, sendawa.
(6) Medulla spinalis
Medulla spinalis disebut dengan sumsum tulang belakang dan terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang yaitu ruas tulang leher sampaia dengan tulang pinggang yang  kedua. Medulla spinalis berfungsi sebagai pusat gerak refleks dan menghantarkan impuls dari organ ke otak dan dari otak ke organ tubuh
B. SST (Sistem Saraf Tepi/Perifer)
Sistem saraf tepi merupakan sistem saraf yang  menghubungkan semua bagian  tubuh dengan sistem saraf pusat.
(1) Sistem saraf sadar/somatik
Sistem saraf somatik bertanggung jawab atas kontrol sadar otot dan terlibat dalam persepsi rangsangan melalui alat indera. Ini adalah bagian dari sistem saraf perifer, yang terdiri dari saraf yang bukan merupakan bagian dari sistem saraf pusat. Sebagian besar jaringan saraf yang membentuk sistem saraf perifer berfungsi untuk menghubungkan sistem saraf pusat ke otot rangka dan organ, termasuk organ-organ sensorik, seluruh tubuh. Sistem saraf otonom juga merupakan bagian dari sistem ini dan bertanggung jawab untuk proses tidak secara sadar seperti pencernaan dan kontrol detak jantung. Sebaliknya, sistem saraf somatik hanya terkait dengan proses sadar, seperti kontrol motorik dan yang melibatkan persepsi akal.
Serabut saraf eferen, atau neuron motorik, adalah efektor yang mengirimkan sinyal dari sistem saraf pusat dan sangat penting dalam fungsi sistem saraf somatik. Saraf ini membawa informasi dari sistem saraf pusat, yang terdiri dari sumsum otak dan tulang belakang, pada saraf perifer. Sistem saraf pusat bertanggung jawab untuk menerima informasi sensorik dari seluruh tubuh serta mengarahkan semua aktivitasnya. Sinyal eferen dari hasil sistem saraf pusat pada tindakan sadar sebagai sinyal dari perjalanan sistem saraf pusat untuk sistem saraf somatik.
Berbeda dengan saraf eferen, saraf-saraf yang juga merupakan bagian dari sistem saraf somatik reseptor yang proses rangsangan dan mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat. Sentuhan, pendengaran, dan penglihatan, misalnya, semua indera berdasarkan penerimaan dan penafsiran stimuli eksternal dan semuanya berhubungan dengan sistem saraf somatik. Ada juga neuron sensorik dalam sistem saraf otonom. Unit-unit sensorik digunakan untuk memantau faktor internal seperti tekanan darah, keasaman, dan tingkat karbon dioksida.
Sementara kontrol motorik kebanyakan bersifat sadar, beberapa tindakan, terutama yang refleksif dimaksudkan mencegah kerusakan, merupakan tanpa sadar. Tanggapan motorik seperti tidak secara sadar muncul dari lengkung refleks somatik, yang merupakan sirkuit neural yang memungkinkan respon cepat terhadap rangsangan tertentu. Meskipun sifat tak sadar tanggapan ini, lengkung refleks somatik masih dianggap sebagai bagian dari sistem saraf somatik. Mereka pada dasarnya membuat link satu-ke-satu antara input sensorik dan motorik keluaran tertentu atau respon. Ada juga lengkung refleks otonom yang mempengaruhi organ-organ internal, seperti berbagai tanggapan pernafasan terhadap perendaman dalam air dingin.
Jadi sistem saraf sadar/somatik merupakan sistem saraf yang  kerjanya berlangsung secara sadar/diperintah oleh otak. Dan di bedakan menjadi dua yaitu :

(a) Sistem saraf pada otak
Sistem saraf pada otak merupakan sistem saraf yang berpusat pada otak dan dibedakan menjadi 12 pasang saraf, seperti tercantum pada tabel berikut:
Tabel no. 1. Tabel Sistem Saraf pada OtakDescription: https://systembiosaraf.files.wordpress.com/2010/04/image013.jpg?w=640









(b) Sistem saraf sumsum spinalis
Sistem saraf sumsum spinalas merupakan sistem saraf yang berpusat pada medula spinali (sumsum tulang belakang) yang berjumlah 31 pasang saraf yang terbagi sepanjang medula spinalis. 31 pasang saraf medula spinalis, seperti tercantum pada tabel berikut:
Tabel no. 2. Tabel Sistem saraf medulla spinalis
Jumlah
Medula spinalis daerah
Menuju
7 pasang
Servix
Kulit kepala, leher dan otot tangan
12 pasang
Punggung
Organ-organ dalam
5 pasang
Lumbal/pinggang
Paha
5 pasang
Sakral/kelangkang
Otot betis, kaki dan jari kaki
1 pasang
Koksigeal
Sekitar  tulang  ekor
(Sumber: Sistem Saraf I « Andienchandra’s Blog.htm)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar