RSS

SP ANFIS, Teknik Elektromedik - Zofar Ambolas Martua, Sistem Kehamilan




SISTEM KEHAMILAN

            Semua orang pasti akan menikah dan memiliki pasangan, kemudian setelah itu mereka akan menginginkan keturunan dari pernikahan tersebut. Salah satu cara agar mendapatkan keturunan adalah terjadinya proses kehamilan pada wanita yang sudah menikah tadi. Awalnya memang jelas sekali sepasang suami istri harus melakukan hubungan intim terlebih dahulu sebelum pada akhirnya sang istri mengalami masa hamil selama kurang lebih 9 bulan lamanya. Hampir seluruh wanita pasti akan mengalami dan merasakan kehamilan, karena pada dasarnya seorang wanita juga selalu mengharapkan menimang sang buah hatinya.

Namun lepas dari semua itu apakah Anda tahu pasti bagaimana proses kehamilan itu sehingga bisa terjadi ? Jika belum tahu kali ini ada sedikit tulisan yang akan membahas hal tersebut hingga tuntas.


Proses terjadinya kehamilan bukanlah hal yang mudah untuk dijelaskan pun dipahami terlebih bagi mereka yang awam terhadap dunia medis. Secara sederhana, kehamilan bisa diartikan sebagai kondisi dimana terdapat janin di dalam tubuh wanita sebagai akibat dari aktifitas seksual dengan pasangannya. Defenisi tersebut tentu terlalu sederhana jika kita menilik dari aspek biologis sebab kehamilan merupakan peristiwa yang kompleks. Jadi, bagaimana dunia medis memanda proses terjadinya kehamilan itu sendiri?


Secara umum, proses terjadinya kehamilan dibagi ke dalam dua fase yakni proses sebelum embrio terbentuk dan proses setelah embrio terbentuk. Dalam fase sebelum embrio belum terbentuk, terdapat dua tahapan yakni:

1.                  Fase Uterus yang dibagi lagi ke dalam 3 fase yakni fase proliferasi, fase sakresi, fase menstruasi.
1. Fase Proliferasi
Fase proliferasi sering kali disebut fase estrogenik. Hal ini disebabkan pada fase ini prosesnya dikendalikan oleh hormon estrogen. Fase ini mulai terjadi pada hari kelima hingga hari keempat belas dari siklus menstruasi. Setelah haid terjadi bagian hipofisis anterior akan mensekresikan Follicle Stimulating Hormone (FSH). FSH memengaruhi proses pertumbuhan dan pemasakan ovum dan folikel graaf memacu pembentukan hormon estrogen. Hormon estrogen kemudian memengaruhi uterus untuk membangun endometrium sehingga rahim mengalami penebalan hingga 5 – 7 cm. Dengan dihasilkannya estrogen, pengeluaran FSH akan dihambat, sedangkan LH dirangsang untuk diproduksi. Dengan pecahnya folikel graaf, ovum akan dilepaskan keluar dan terjadilah ovulasi. Proses ini terjadi pada hari ke-14 setelah siklus menstruasi.
2. Fase Sekresi
Fase ini sering kali disebut fase progesteronik karena dipengaruhi oleh hormon progesteron. Fase sekresi berlangsung pada hari ke-14 sampai ke-28. Pada fase ini folikel graaf yang pecah pada saat terjadi ovulasi berubah menjadi korpus rubrum. Dengan adanya LH yang memengaruhi, korpus rubrum berubah menjadi korpus luteum atau disebut juga badan kuning. Korpus luteum ini selanjutnya menghasilkan hormon progesteron.
Sewaktu berlangsungnya fase sekresi, endometrium mengalami penebalan, arteri-arteri mengalami pembesaran, dan tumbuhnya kelenjar endometrium. Jika tidak terjadi kehamilan, korpus luteum akan mengalami degenerasi yang menyebabkan berkurangnya kadar hormon progesteron dan estrogen atau bahkan tidak ada sama sekali.
3. Fase Menstruasi
Fase ini dimulai dari saat meluruhnya endometrium yang ditandai dengan keluarnya darah dan berakhir pada hari keempat sampai keenam. Pada fase ini hormon estrogen dan progesteron sudah tidak dihasilkan lagi. Dengan tidak diproduksinya estrogen dan progesteron maka akan terjadi degenerasi endometrium. Darah haid yang mengandung mukus dan sel-sel epitel, kemudian dikeluarkan dari rongga uterus menuju vagina.
2.                  Fase Ovarium yang juga dibagi ke dalam 3 bagian yang saling terkoneksi yakni fase folikularis, fase ovulasi, dan fase luteal.
1. Fase Folikularis
            Adalah rentang antara hari pertama haid terakhir dengan terjadinya ovulasi. Dipicu oleh hipotalamus, kelenjar hipofisis melepaskan FSH – Follicle Stimulating Hormone yang menstimulasi proses pematangan sekitar 20 folikel primer dalam ovarium. Diantara sejumlah folikel primer tersebut hanya satu yang berhasil menjadi matang dan mengalami proses ovulasi, sementara folikel primer lain akan mati.
Pada siklus haid 28 hari , fase Folikuler ini berlangsung kurang lebih selama 10 hari. Pertumbuhan folikel primer akan memicu proses penebalan endometrium dalam rangka persiapan untuk implantasi hasil konsepsi bila terjadi proses kehamilan
2. Fase ovulasi
                        Adalah pelepasan sel telur yang matang melalui permukaan ovarium. Kejadian ini terjadi pada pertengahan siklus, sekitar 14 hari sebelum datangnya haid yang berikutnya
Selama fase folikuler, proses pematangan menyebabkan meningkatnya kadar estrogen. Hipotalamus dapat mengenali peningkatan kadar estrogen tersebut memberi respon dengan melepaskan GnRH – Gonadotropin Releasing Hormon. GnRH selanjutnya memicu hipofisis untuk mengeluarkan LH – Luteinizing Hormon dan FSH lebih lanjut.
Dalam waktu 2 hari, proses ovulasi terjadi akibat dipicu oleh tingginya kadar LH. Setelah dilepaskan , sel telur berjalan didalam Tuba Falopii menuju rongga rahim. Usia sel telur hanya sekitar 24 jam dan bila sepanjang perjalannya didalam Tuba Falopii tidak bertemu sperma dan terjadi konsepsi maka dia akan segera mati.
3. Fase luteal
                                Saat ovulasi, sel telur keluar dari folikel dan sisa folikel masih berada didalam permukaan ovarium. Selama 2 minggu terjadi perubahan sutruktur sisa folikel tersebut menjadi CORPUS LUTEUM yang menghasilkan hormon PROGESTERON seiring dengan masih diproduksinya etsrogen dalam julah kecil.Secara bersama sama, kombinasi estrogen dan progesteron tersebut mempertahankan ketebalan endometrium untuk menanti datangnya hasil konsepsi yang akan ber implantasi. Corpus luteum memerlukan adanya implantasi sel telur yang telah dibuahi ( blastosis ) dan hormon yang terkait ( antara lain hCG – human chorionic gonadotropin ) untuk terus menghasilkan progesteron dan mempertahankan ketebalan endometrium. Bila tidak terjadi konsepsi, corpus luteum akan mati dan kejadian itu berlangsung sekitar hari ke 22 pada siklus haid 28 hari. Penurunan kadar progesteron menyebabkan luruhnya endometrium dan kejadian ini disebut sebagai HAID – menstruasi. Siklus berlangsung ulang untuk periode berikutnya.


            Proses kehamilan jelas sekali diawali dengan adanya hubungan suami istri oleh setiap pasangan. Jika seorang wanita tidak melakukan hubungan suami istri sudah bisa dipastikan bahwa wanita tersebut tidak akan mungkin bisa hamil secara normal. Proses hubungan suami istri tadi berawal dari sel sperma yang masuk menuju rahim wanita dan bertemu dengan sel telur. Ketika sudah bertemu maka akan menghasilkan pembuahan dan nantinya tumbuh janin di dalam rahim para calon ibu. Kedua sel yang bertemu tadi harus sama-sama sudah matang, baik sel telur maupun sel sperma. Karena kedua sel yang matang bisa memperbesar terjadinya proses kehamilan yang positif.

Proses Terjadinya kehamilan. Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil (Terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga rahim,
saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi). Jika perempuan tersebut berada dalam masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang, maka terjadilah pembuahan.Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur.Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.
Inti sel telur yang sudah dibuahi akan mengalami pembelahan menjadi dua bagian setelah 30 jam. 20 jam kemudian inti sel telur ini akan kembali membelah menjadi empat bagian. Tiga sampai empat hari setelah pembuahan, sel akan sampai di bagian uterus.Dalam jangka waktu satu minggu setelah perubahan, akan dihasilkan suatu massa sel yang berbentuk ola sebesar pentol jarum, yang disebut (blastocyt). Dalam proses selanjutnya, yaitu sekitar 5 hari berikutnya, blastosis akan menempel dan terimplantasi kedalam endometrium.
Selama dua hingga empat minggu pertam perkembangan, blastosis medapatkan nutrien dari endometrium. Pada masa perkembangan ini, akan berbentuk plasenta. Plasenta merupakan organ berbentuk cakram yang mengandung pembuluh darah maternal (ibu) dan embrio. Melewati plasenta inilah, embrio akan mendapatkan nutrisi dari maternal. Melalui lasenta ini juga terjadi pertukaran gas-gas respirasi dan pembuangan limbah metabolisme embrio. Darah dari embrio mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusar dan kembali melalui vena pusat dan melewati hati embrio.


Tanda mungkin kehamilan :
Tanda hegar                :           Hipertrofi ishmus mengakibatkan ishmus menjadi panjang dan                                             lunak ,             tanda ini timbul pada UK minggu ke 8
Tanda chadwick          :           Dimana vagina dan vulva menjadi merah agak kebiruan tanda                                              ini timbul pada UK minggu ke 8
Tanda piskaseck          :           Uterus menjadi besar ke salah satu jurusan, ini timbul pada   UK                                          minggu ke 12 – 14
Braxton – Hiks            :           Bila uterus dirangsang akan menimbulkan sebuah kontraksi
Suhu basal                   :           Sesusdah ovulasi 37,2 – 37,8 ° C
Tanda pasti kehamilan :
Terasa gerakan janin    :           Pada primi UK 18 minggu , sedangkan pada multi 16 minggu
Teraba bagian janin     :           Dengan menggunakan palpasi leopold
Adanya DJJ                :           Menggunakan fetal doppler pada UK 12 minggu
Kebutuhan dasar pada ibu hamil :
1. Oksigen :
A. Meningkat 25% - 30%
B. Pernafasan menjadi dangkal
C. Perlu udara bersih dan hindari polusi
2. Hygiene kehamilan :
A. Mempertahankan dan meningkatkan kesehatan ibu
B. Kelelahan harus dicegah yaitu di selingi istirahat yang baik
C. Kebersihan badan mengurangi infeksi, karena koto banyak mengandung kuman
D. Pakaian wanita hamil tidak boleh menekan badan
E. BAB pada ibu hamil mungkin terjadi obstipasi karena kurang gerak
3. Nutrisi

Tidak hamil
Hamil
Kalori
2500
2500
Protein ( g )
60
85
Calsium ( g )
0,8
1,5
Ferrum ( mg )
12
15
Vit A
5000
6000
Vit B ( mg )
1,5
1,8
Vit C ( mg )
70
100
Riboflavin ( mg )
2,2
2,5
Vit D ( mg )
+
400 – 800
As nikotin ( SI )
15
18

 

Perhitungan Masa Subur Wanita

Masa subur wanita atau perempuan dapat dihitung. Bagaimana cara menghitungnya? Untuk mencegah kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai hal. Kali ini akan dibahas untuk mengetahui masa subur wanita yang paling akurat sehingga Anda dapat menggunakannya sebagai pedoman. Mulai dengan minum pil KB, memasang alat kontrasepsi, sterilisasi pria (vasektomi), sterilisasi wanita (tubektomi), hingga cara-cara sederhana seperti sistem kalender. Ketepatan sistem kalender hanya 60% sampai 70% sehingga bisa meleset.
Sistem kalender untuk menhitung masa subur wanita:
Masa subur          = Hari terakhir haid menstruasi + 13
Masa subur          = Masa subur -3 dan masa subur +3
Contoh : apabila mens terakhir tanggal 10 maka untuk masa suburnya jatuh tanggal 23, sedangkan tanggal 20 adalah masa prasubur awal dan tanggal 26 masa prasubur akhir tanggal 26.
Untuk menentukan masa prasubur lebih tepat, sebaiknya melakukan pencatatan 6 siklus haid terakhir.
Anda perlu berhati-hati apabila sedang berhubungan intim suami istri ketika masa subur istri tanpa alat kontrasepsi atau teknik KB lainnya yang dapat mencegah kehamilan. Sebaiknya Anda konsultasikan dengan ahli kandungan seperti dokter dan bidan untuk menentukan metode pencegahan kehamilan yang tepat

.

Sistem kalender hanya untuk menentukan masa subur seorang wanita yang teratur mens 28 sampai 35 hari. Faktor lain yang dapat mempengaruhi rutinitas keluarnya sel telur adalah rokok dan gizi.
Tambahan :
- Anda dapat menggunakan sistem perhitungan kalender yang lain untuk menentukan waktu masa subur 14 hari dengan jeda masing-masing 2 hari di awal dan di akhir.
- Untuk mengetahui masa subur wanita dapat menggunakan metode lain yaitu menggunakan alat tes masa subur yang dijual bebas dengan menggunakan media air seni, tingkat ketepatannya 90% sampai 95%.
- Cara lain yang dapat digunakan yaitu dengan mengecek kekentalan leher rahim dengan jari. Untuk mengeceknya kekentalan cairan lendir yaitu dengan meletakan lendir antara jari telunjuk dan ibu jari. Setelah direkatkan keduanya kemudian buat jarak 2 sampai 3 cm. apabila lendirnya putus maka tidak subur dan kalau lendirnya tidak putus berarti subur. Ketepatan dengan cara ini sekitar 60% sampai 70% saja. Perlu diingat juga bahwa kualitas dan jumlah lender bervariasi pada perempuan satu dengan yang lain dan termasuk dengan siklus itu sendiri. Apabila Anda merasa kesulitan mendeteksi lender dari luar, bisa Anda ketahui setelah berolahraga atau buang air besar.
Wanita yang masa haidnya tidak teratur (siklus kurang dari 28 hari), masa suburnya dapat diperhitungkan dari jadwal menstruasi yang akan datang. Biasanya untuk sel telur akan keluar pada 14 atau 16 hari sebelum haid yang berikut. Contohnya yaitu pada tanggal 18 Agustus perkiraan menstruasi datang. Perkiraan tanggal 2 dan 4 agustus (18-14 hari mundur = 4 Agustus, dan 18-16 hari mundur = 2 Agustus) sel telur akan keluar. Berarti perkiraan masa suburnya akan datang tanggal 31 juli (2 Agustus – 3 hari sebelum) sampai 7 Agustus (4 Agustus + 3 hari sesudah).
Diperlukan data siklus minimal 6 bulan sampai setahun apabila siklus haid sama sekali tidak teratur. Rumus Ogino Knouss dapat digunakan untuk menghitungnya. Dengan rumus ini akan dicari siklus yang paling pendek berapa hari dan siklus paling panjang berapa hari. Masa siklus terpendeknya yaitu -18 dan siklus panjangnya -11.
Anda dapat melihat ilustrasi berikut ini, untuk siklus terpanjang 40 hari dan siklus terpendek 28 hari. Perhitungannya, 40-11= 29 dan 28-18= 10. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa masa suburnya hari ke 10 dihitung sejak menstruasi pertama sampai hari ke-29. Dari perhitungan tadi masa suburnya menjadi lebih panjang, namun untuk kepastiannya tidak dapat diperkirakan yang paling mendekati. Penyebabnya adalah masa menstruasi yang tidak teratur dan kacau sehingga sulit untuk mengetahuinya, kapan persisnya perkiraan keluarnya sel telur.
Periksakan ke dokter apabila Anda mempunyai siklus menstruasi yang kacau untuk mengetahui apa penyebab dan cara mengobatinya. Dan akhirnya, Anda akan bisa mengetahui masa suburnya.

PERTANYAAN TENTANG SISTEM KEHAMILAN :

1.      Saat wanita hamil apakah boleh berhubungan intim atau tidak ? Jelaskan !
2.      Bagaimana proses terjadinya bayi kemabar ?
3.      Pada masa kehamilan berapa ASI mulai diproduksi ?
4.      Setelah keguguran kapan sel telur dapat dibuahi kembali ?
5.      Pada usia kehamilan berapa jenis kelamin bayi dapat diketahui ?
JAWABAN
1.         Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. Dr Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan, tapi pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering biasanya, pasalnya jika hubungan seksual dipaksakan pada masa 3 bulan pertama usia kehamilan dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan, dan juga hati hati pada 3 bulan menjelang waktu melahirkan.
Kekejangan otot rahim? Pada saat wanita mencapai orgasme, terjadi kekejangan otot seluruh tubuh, termasuk otot rahim, kekejangan otot rahim yang terlalu kuat ini yang membuat terjadinya keguguran
2.         Proses   :                   Karena pada masa pembuahan sebuah sel telur matang dibuahi                                oleh sebuah sperma yang membentuk zygote, kemudian zygote                           ini akan membelah yang menyebabkan terjadinya bayi kembar.
   Kembar siam   :        Jika pembelahan zygote ini terjadi saat awal pembuahan ( 1-3                                  hari setelah pembuahan ) maka setiap embrio biasanya akan                                 memiliki kantong ketuban yang berbeda, dan 1 plasenta tetapi                                    bila pembelahan terjadi setelah 14 hari maka kemungkinan                                       kembar akan terjadi join / menempel bersama pada bagian                                        tubuhnya atau pembelahan yang tidak sempurna yang disebut                                  kembar siam.
3.      Asi mulai diproduksi pada minggu ke-16 masa kehamilan, pada masa ini hormon prolaktin sudah mulai aktif bekerja.
4.      Secara medis, seorang wanita dapat kembali mengandung setelah mengalami menstruasi pertamanya paska keguguran, yang biasanya berlangsung setelah 4-6 minggu. Dengan memeriksakan bentuk rahim apakah sudah kembali pada ukuran yang normal.
5.      Tergantung pada pertumbuhan janin si Ibu, umumnya jenis kelamin dapat diketahui melalui pemeriksaan USG setelah usia 20 minggu ( 5 bulan ).







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar