RSS

Sistem saraf Otonom

                            Sistem Saraf Otonom



Pengertian sistem saraf otonom adalah sistem saraf yang bergantung pada sistem saraf pusat, dan antara keduanya dihubungkan urat-urat saraf aferen dan eferen. Juga memiliki sifat seolah olah sebagai bagian sistem saraf pusat, yang telah bermigrasi dari saraf pusat guna mencapai kelenjar, pembuluh darah, jantung, paru-paru, dan usus. Karena sistem saraf otonom itu terutama berkenaan dengan engendalian organ-organ dalam secara tidak sadar, kadang-kadang disebut juga susunan saraf tidak sadar.
http://soerya.surabaya.go.id/AuP/e-DU.KONTEN/edukasi.net/SMA/Biologi/Sistem.Saraf.Manusia/images/hal21.jpg










Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua :
  • Saraf parasimpatis: terbagi dalam dua bagian yang terdiri atas saraf otonom kranial dan saraf otonom sakral. Sistem Parasimpatis berkaitan dengan pertahanan tubuh dan perbaikan sumber-sumber tubuh antara lain penurunan denyut jantung, peningkatan aktivitas gastrointestinal dan absorbsi makanan.
  • Saraf simpatis: terletak di depan kolumna vertebra dan berhubungan serta bersambung dengan sumsum tulang belakang melalui serabut-serabut saraf. Sistem Simpatis yang mempunyai aktivitas perangsangan, responnya antara lain adalah peningkatan denyut jantung, peningkatan kekuatan jantung, gula darah dan tekanan darah.


http://nerveszone.files.wordpress.com/2012/05/parasimpatik.jpg?w=596&h=628
Contoh fungsi saraf simpatik dan saraf parasimpatik antara lain: Saraf simpatik mempercepat denyut jantung, memperlambat proses pencernaan, merangsang ereksi, memperkecil diameter pembuluh arteri, memperbesar pupil, memperkecil bronkus dan mengembangkan kantung kemih, sedangkan saraf parasimpatik dapat memperlambat denyut jantung, mempercepat proses pencernaan, menghambat ereksi, memperbesar diameter pembuluh arteri, memperkecil pupil, mempebesar bronkus dan mengerutkan kantung kemih.












Seperti diungkapkan diatas bahwa sistem saraf tepi manusia terdiri dari saraf kranial dan saraf spinal. Pada  sistem saraf  tepi Manusia terdapat 12 pasang saraf kranial, berikut ini adalah daftar saraf kranial pada manusia dan fungsinya.

Saraf Kranial
Fungsi
Nervus Olfactorius (N I)
Penciuman
Nervus Opticus (N II)
Penglihatan
Nervus Oculomotoris (N III)
Mengangkat kelopak mata atas dan konstriksi pupil
Nervus Trochlearis (N IV)
Gerakan mata ke bawah dan ke dalam
Nervus Trigeminus ( N V)
Gerakan mengunyah, sensasi kulit, mukosa dll
Nervus Abducens (N VI)
Gerakan mata ke lateral
Nervus Facialis ( N VII)
Ekspresi wajah, lakrimasi, pengecapan
Nervus Vestibulocochlearis (N VIII)
Keseimbangan dan pendengaran
Nervus Glossopharyngeus (N IX)
Menelan, reflex muntah, salvasi, pengecapan
Nervus Vagus ( N X)
Menelan, reflex muntah
Nervus Accessorius (N XI)
Otot sternocleidomastoideus, gerakan kepala dan bahu
Nervus Hippoglossus ( N XII)
Pergerakan Lidah

Sistem simpatis terdiri atas serangkaian urat kembar yang bermuatan ganglion-ganglion. Urat-urat itu bergerak dari dasar tengkorak yang terletak di depan kolumna vertebra, lantas berakhir dalam pelvis di depan koksigis, sebagai ganglion koksigeus. Ganglion-ganglion itu tersusun berpasangan dan disebarkan dari daerah-daerah :
·         Daerah leher                : tiga pasang ganglion servikal
·         Daerah dada                : sebelas pasang ganglion torakal
·         Daerah pinggang         : empat pasang ganglion lumbal
·         Daerah pelvis              : empat pasang ganglion sakral
·         Di depan koksigis       : ganglion koksigens

Ganglion-ganglion ini bersambung erat dengan sistem saraf pusat melalui sumsum tulang belakang, dengan mempergunakan cabang cabang penghubung, yang bergerak keluar dari sumsum tulang belakang menuju ganglion, dan dari ganglion masuk menuju sumsum tulang belakang.

Ganglion simpatis lainya berhubungan dengan dua rangkaian besar ganglia ini, dan bersama serabut-serabutnya membentuk pleksus-pleksus simpatis.
1.      Pleksus kardiak terletak dekat dasar jantung serta mengarahkan cabang-cabangnya ke situ dan ke paru paru
2.      Pleksus seliaka terletak di sebelah belakang lambung, dan melayani organ-organ dalam rongga abdomen
3.      Pleksus mesenterikus (pleksus hipogatilus) terletak di depan sakrum dan melayai organ organ dalam pelvis.


Adapun fungsi dari sistem simpatis :

-          Mensarafi otot jantung
-          Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar
-          Mempersarafi semua alat dalam seperti lambung, pancreas dan usus
-          Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat
-          Serabut motorik pada otot tak sadar dalam kulit
-          Mempertahankan tonus semua otot sadar


Sistem parasimpatis. Saraf kranial otonom adalah saraf kranial ketiga, ketujuh, kesembilan, kesepuluh. Saraf saraf ini merupakan penghubung, tempat serabut-serabut parasimpatis lewat dalam perjalanannya keluar dari otak menuju organ-organ yang sebagian dikendalikan olehnya. Serabut-serabut yang mencapai serabut-serabut otot sirkular pada iris merangsang gerakan-gerakan yang menentukan ukuran pupil mata menggunakan saraf kranial ketiga, yaitu saraf okulo-motorik.
Serabut-serabut otot motorik sekretorik mencapai kelenjar ludah melalui saraf ketujuh, fasial, serta saraf kesembilan, glosofaringeus.
Saraf vagus atau saraf kranial kesepuluh adalah serabut saraf otonom terbesar. Daerah layanannya luas, serta serabut-serabutnya disebarkan ke sejumlah besar kelenjar dan organ. Penyebaran ini sejalan dengan penyebaran serabut simpatis.
Saraf parasimpatis sakral keluar dari sumsum tulang belakang melalui daerah sakral. Saraf-saraf ini membentuk urat-urat saraf pada alat-alat dalam pelvis, dan bersama saraf simpatis membentuk pleksus yang melayani kolon, rektum, dan kandung kencing.

Adapun fungsi dari sistem parasimpatis :

-          Merangsang sekresi kelenjar air mata, kelenjar sublingualis, submandibularis dan kelenjar-kelenjar dalam mukosa rongga hidung
-          Mensarafi kelenjar air mata dan mukosa rongga hidung
-          Menpersarafi kelenjar ludah
-          Mempersarafi parotis
-          Mempersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung, paru-paru, GIT, ginjal, pancreas, lien, hepar dan kelenjar suprarenalis
-          Mempersarafi kolon desendens, sigmoid, rectum, vesika urinaria dan alat kelamin
-          Miksi dan defekasi 

http://1.bp.blogspot.com/-BooIJ7RRiR8/T5zj73YeasI/AAAAAAAAADI/3458US5yGco/s320/Sistem_Syaraf_Otonom.bmp.jpeg



Sistem pengendalian ganda (simpatis dan parasimpatis) hanya sebagian kecil organ dari kelenjar yang memiliki satu sumber pelayanan, yaitu simpatis dan parasimpatis. Sebagian besar organ dan kelenjar pelayanan ganda, yaitu menerima beberapa serabut dari sistem simpatis di samping beberapa serabut dari saraf otonom sakral atau kranial. Keaktifan organ dirangsang sekelompok urat saraf, sementara dilain pihak dilambatkan atau di berhentikan sekelompok urat saraf lain, dengan kata lain masing masing kelompok bekerja berlawanan. Dengan demikian, penyesuaian tepat antara aktivitas dan istirahat tetap di pertahankan, sementara ritme kegiatan halus organ-organ dalam, kelenjar, pembuluh darah, serta otot tak sadar juga dipertahankan.
Dengan demikian, jantung menerima serabut akselerator dari saraf simpatis, dan serabut inhibitor (penghambat) dari vagus.
Pembuluh darah mempunyai vaso-konstritor dan vaso-dilator.
Saluran pencernaan memiliki urat saraf akselerator dan inhibitor, yang mempercepat dan memperlambat gerakan peristaltik berturut turut.

organ
kegiatan ditambah atau
dirangsang oleh
kegiatan diperlambat atau dihentikan oleh
Jantung
Simpatis (kecepatan dan kekuatan ditambah)
vagus ( kecepatan dan kekuatan dikurangi)
bronki
vagus (konstruksi)
simpatis (dilebarkan)
lambung
vagus (konstraksi)
simpatis (dikendurkan)
usus
vagus (konstraksi)
simpatis ( dikendurkan)
kandung kencing
otonom sakral (kontraksi)
simpatis ( dikendurkan)
pupil mata (iris)
otonom kranial ketiga (kontraksi)
simpatis (dilebarkan)


Apabila sebuah organ memiliki otot sfingter, serabut saraf yang menyebabkan organnya berkontraksi akan menghambat sfinkter, dan sebaliknya. Hal-hal seperti itu terjadi pada lambung dalam sfingter pilorik, usus dalam spingfer ileokolik, dan kandung kencing dalam spingfer uretra interna. Sebagai contoh, pada kegiatan mikturisi, sfingter uretra di kendurkan, sementara otot pada dinding kandung kencing berkontraksi, sehingga memungkinkan kandung kencing di kosongkan

Gangguan Penyakit Saraf Otonom
Gangguan sistem saraf otonom dapat terjadi sendiri atau sebagai akibat dari penyakit lain, seperti penyakit Parkinson , alkoholisme dan diabetes. Masalah dapat mempengaruhi salah satu bagian dari sistem, seperti dalam kompleks sindrom nyeri daerah , atau semua sistem. Beberapa jenis bersifat sementara, tetapi banyak memburuk dari waktu ke waktu. Ketika mereka mempengaruhi pernapasan atau fungsi jantung, gangguan ini dapat mengancam jiwa.



Dipostkan oleh :
Mahasiswa Teknik Elektromedik D4 2012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar