RSS

SISTEM SIRKULASI DARAH

ANATOMI FISIOLOGI

SISTEM SIRKULASI



 

 Disusun oleh : Putri Kamalia Tiavami dan Riany Pricylia O.





POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA 2
GIZI



Sistem Sirkulasi Kardiovaskular
Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari  sel

Ø Fungsi Sistem Sirkulasi :
  • Untuk melayani kebutuhan jaringan
  •  Untuk mentranspor nutrien ke jaringan
  •  Untuk mentranspor produk-produk yang tidak berguna bagi tubuh
  •  Untuk mengantarkan hormon dari satu organ ke organ yang lain,
  •  Untuk memelihara lingkungan yang sesuai dalam seluruh cairan jaringan tubuh agar dapat bertahan hidup secara optimal,
  •  Untuk fungsi metabolisme sel-sel tubuh.

Ø  Sistem sirkulasi dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu:
1.       Sistem kardiovaskuler, merupakan sub sistem sirkulasi yang bertugas mengedarkan darah ke seluruh tubuh.
2.       Sistem sirkulasi limfatik, terdiri dari kelenjar limfe, pembuluh limfe dan cairan limfe atau getah bening.

Sistem kardiovaskular terdiri dari struktur-struktur sebagai berikut:
1.      Jantung
2.      Pembuluh
3.      Darah

1.      JANTUNG


Jantung merupakan organ muskuler yang dapat berkontraksi secara ritmis. Secara struktural dinding jantung terdiri atas 3 lapisan (tunika) yaitu :
1)      Endocardium, terletak pada lapisan subendotel. Sebelah dalam dibatasi oleh endotel. Endokardium tersusun atas jaringan penyambung jarang dan banyak mengandung vena, saraf (nervus), dan cabang-cabang sistem penghantar impuls.
2)      Myocardium, terdiri atas sel-sel otot jantung. Sel-sel otot jantung dibagi dalam 2 kelompok yaitu sel-sel kontraktil dan sel-sel yang menimbulkan dan menghantarkan impuls sehingga mengakibatkan denyut jantung.
3)      Epicardium, merupakan membran serosa jantung. Membentuk batas viseral perikardium. Sebelah luar diliputi oleh epitel selapis gepeng (mesotel). Jaringan adiposa yang umumnya meliputi jantung terkumpul dalam lapisan ini. Katup-katup jantung terdiri atas bagian sentral yang terdiri atas jaringan fibrosa padat menyerupai aponeurosis yang pada kedua permukaannya dibatasi oleh lapisan endotel.

Jantung terletak di rongga mediastinum dari rongga dada (toraks), diantara paru-paru. Lapisan yang mengitari jantung (pericardium) terdiri dari 2 bagian : lapisan sebelah dalam atau pericardium visceral dan pericardium pariental. Kedua lapisan pericardium ini dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas, yang bergerak memompa dari jantung itu sendiri. Bagian depan dari pericardium itu melekat pada tulang dada, sternum bagian bawahnya melekat pada tulang belakang, sedangkan bagian bawah pada diafragma.

Otot jantung terdiri dari sel-sel khusus yang disebut miosit jantung, yang tersusun secara sirkumferensial dan spiral mengelilingi ventrikel kiri. Terdiri dari 5 komponen utama yaitu :

1.      Sarkolema (membran sel) dan Tubulus T (untuk penghantaran impuls)
2.      Retikulum Sarkoplasma ( reservoir kalsium untuk kontraksi )
3.      Eleman Kontraktil
4.      Nukleus
5.      Mitokondria, mengandung lebih banyak dibanding otot rangka (23% volume sel vs 2 %)
Bentuk dan Letak Jantung

Jantung berbentuk seperti buah pir atau kerucut terletak seperti piramida terbalik dengan apeks (puncak) berada di bawah dan basis (alas) berada di atas. Berada tepat di belakang tulang dada/sternum (± ⅔ bagian terletak di sebelah kiri dari garis tengah). Beratnya 250-350 gram pada orang dewasa. Ada pendapat yang mengatakan bahwa jantung sebesar kepalan tangan orang dewasa atau panjang sekitar 12 cm dan lebar sekitar 9 cm. Jantung terletak pada rongga dada (cavum thorax) tepatnya pada rongga mediastinum diantara paru-paru kiri dan kanan.
Ruangan pada Jantung

1.      Atrium Kanan
Memiliki dinding yang tipis
2.      Atrium Kiri
3.      Ventrikel Kanan
Ventrikel kanan mempunyai bentuk pola sabit yang unik
4.      Ventrikel Kiri
Ventrikel kiri mempunyai otot yang tebal dan bentuknya menyerupai lingkaran.






Katup-Katup pada Jantung

Katup jantung ada dua macam yaitu katup AV (Atrioventrikular) dan katup SL (Semilunaris). Katup AV terletak antara atrium dan ventrikel, sedangkan katup SL terletak antara ventrikel dengan pembuluh darah besar pada jantung.

Ø  Katup AV, terdiri dari 2 katup yaitu katup trikuspidalis (terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan serta mempunyai 3 katub) dan katup bikuspidalis/mitralis (terletak antara atrium kiri dan ventrikel kiri serta mempunyai 2 katub). Kedua katup ini memiliki daun yang melekat pada berkas-berkas tipis jaringan berserabut yang disebut korda tendinea.
Ø  Katup SL, terdiri dari 2 katup yaitu katup pulmonalis (terletak antara ventrikel kanan dengan arteria pulmonalis) dan katup aortalis (terletak antara ventrikel kiri dan aorta). Disebelah atas daun katup dari katup aortalis terdapat 3 buah penonjolan dinding aorta yang disebut sinus valsalva
Sel-sel jantung yang mampu mengalami otoritmisitas ditemukan di lokasi-lokasi berikut ini :
1.      Nodus sinoatrial (SA), daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat lubang (muara) vena kava superior.
2.      Nodus atrioventrikel (AV), sebuah berkas kecil sel-sel otot jantung khusus di dasar atrium kanan dekat septum, tepat di atas pertautan atrium dan ventrikel.

1.      Berkas HIS (berkas atrioventrikel), suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV dan masuk ke septum antar ventrikel, tempat berkas tersebut bercabang membentuk berkas kanan dan kiri yang berjalan ke bawah melalui septum, melingkari ujung bilik ventrikel, dan kembali ke atrium di sepanjang dinding luar.
2.      Serat Purkinje, yaitu serat-serat terminal halus yang berjalan dari berkas His dan menyebar ke seluruh miokardium ventrikel seperti ranting-ranting pohon.

Sumber energi jantung (pasokan darah ke jantung) berasal dari arteri koronaria, pangkal arteri ini ada pada distal katup aorta di sinus vasalva yang berupa saluran dengan diameter 2-4 mm dengan panjang 5-10 cm. Ada 3 arteri koronaria epikardium utama yaitu :
Arteri Desendens anterior kiri (LAD)

Arteri Sirkumfleksa kiri (LCX), keduanya merupakan cabang Arteri Koronaria kiri

Arteri koronaria kanan (RCA)



Sistem Kardiovaskuler

Sistem kardiovaskuler bertugas mengedarkan darah ke seluruh tubuh dimana darah mengandung oksigen dan nutrisi berupa sari makanan yang diperlukan sel/jaringan untuk metabolisme. Sistem kardiovaskuler juga membawa sisa metabolisme berupa ekskret untuk dibuang melalui organ-organ eksresi. Sistem kardiovaskuler ini mempunyai karakter yang khas yaitu selalu cairan berupa darah pada manusia berada di dalam pembuluh darah sehingga peredarannya tertutup.
Pada manusia, sistem transportasi atau peredaran darah terdiri atas tiga bagian utama, yaitu jantung, pembuluh darah, dan darah.

1.      Jantung
Jantung terletak di rongga dada, diselaputi oleh suatu membran pelindung yang disebut perikardium. Dinding jantung terdiri atas jaringan ikat padat yang membentuk suatu kerangka fibrosa dan otot jantung. Serabut otot jantung bercabang-cabang dan beranastomosis secara erat.
Jantung manusia dan mamalia lainnya mempunyai empat ruangan, yaitu atrium kiri dan kanan, serta ventrikel kiri dan kanan. Dinding ventrikel lebih tebal daripada dinding atrium, karena ventrikel harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke organ-organ tubuh yang lainnya. Selain itu, dinding ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena ventrikel kiri bekerja lebih kuat memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan, ventrikel kanan hanya memompa darah ke paru-paru. Atrium kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atriorum. Sedangkan, sekat yang memisahkan ventrikel kiri dan kanan dinamakan septum interventrakularis.


Jantung berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah agar timbul gradien dan darah dapat mengalir ke seluruh tubuh.
Fungsi serambi dan bilik jantung:
1. Serambi kanan berfungsi untuk menerima darah dari seluruh tubuh dan kaya karbondioksida.
2. Serambi kiri berfungsi untuk menerima darah dari paru-paru dan kaya oksigen.
3. Bilik kanan berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru dan banyak mengandung karbon-dioksida
4. Bilik kiri berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan banyak mengandung oksigen


Gambar Peredaran Darah Manusia

Darah kotor dari tubuh masuk ke atrium kanan, kemudian melalui katup yang disebut katup trikuspid mengalir ke ventrikel kanan. Nama trikuspid berhubungan dengan adanya tiga daun jaringan yang terdapat pada lubang antara atrium kanan dan ventrikel kanan. Kontraksi ventrikel akan menutup katup trikuspid, tetapi membuka katup pulmoner yang terletak pada lubang masuk arteri pulmoner. 
Darah masuk ke dalam arteri pulmoner yang langsung bercabang-cabang menjadi cabang kanan dan kiri yang masing-masing menuju paru-paru kanan dan kiri. Arteri-arteri ini bercabang pula sampai membentuk arteriol.
Arteriol-arteriol memberi darah ke pembuluh kapiler dalam paru-paru. Di sinilah darah melepaskan karbondioksida dan mengambil oksigen. Selanjutnya, darah diangkut oleh pembuluh darah yang disebut venul, yang berfungsi sebagai saluran anak dari vena pulmoner. Empat vena pulmoner (dua dari setiap paru-paru) membawa darah kaya oksigen ke atrium kiri jantung. Hal ini merupakan bagian sistem sirkulasi yang dikenal sebagai sistem pulmoner atau peredaran darah kecil.
Dari atrium kiri, darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis. Kontraksi ventrikel akan menutup katup bikuspidalis dan membuka katup aortik pada lubang masuk ke aorta. Cabang-cabang yang pertama dari aorta terdapat tepat di dekat katup aortik. Dua lubang menuju ke arteri-arteri koroner kanan dan kiri. 
Arteri koroner ialah pembuluh darah yang memberi makan sel-sel jantung. Arteri ini menuju arteriol yang memberikan darah ke pembuluh kapiler yang menembus seluruh bagian jantung. Kemudian, darah diangkut oleh venul menuju ke vena koroner yang bermuara ke atrium kanan. Sistem sirkulasi bagian ini disebut sistem koroner. Selain itu, aorta dari ventrikel kiri juga bercabang menjadi arteri yang mengedarkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh (kecuali paru-paru), kemudian darah miskin oksigen diangkut dari jaringan tubuh oleh pembuluh vena ke jantung (atrium kanan). Peredaran darah ini disebut peredaran darah besar atau sistemik.

b. Denyut jantung dan tekanan darah
Otot jantung mempunyai kemampuan untuk berdenyut sendiri secara terus menerus. Suatu sistem integrasi di dalam jantung memulai denyutan dan merangsang ruang-ruang di dalam jantung secara berurutan. Pada mamalia, setiap kontraksi dimulai dari simpul sinoatrium. Simpul sinoatrium atau pemacu terdiri atas serabut purkinje yang terletak antara atrium dan sinus venosus. Impuls menyebar ke seluruh bagian atrium dan ke simpul atrioventrikel. Selanjutnya, impuls akan diteruskan ke otot ventrikel melalui serabut purkinje. Hal ini berlangsung cepat sehingga kontraksi ventrikel mulai pada apeks jantung dan menyebar dengan cepat ke arah pangkal arteri besar yang meninggalkan jantung.
Kecepatan denyut jantung dalam keadaan sehat berbeda-beda, dipengaruhi oleh pekerjaan, makanan, umur dan emosi. Irama dan denyut jantung sesuai dengan siklus jantung. Jika jumlah denyut ada 70 maka berarti siklus jantung 70 kali semenit. Kecepatan normal denyut nadi pada waktu bayi sekitar 140 kali permenit, denyut jantung ini makin menurun dengan bertambahnya umur, pada orang dewasa jumlah denyut jantung sekitar 60 - 80 per menit.
Pada orang yang beristirahat jantungnya berdetak sekitar 70 kali per menit dan memompa darah 70 ml setiap denyut (volume denyutan adalah 70 ml). Jadi, jumlah darah yang dipompa setiap menit adalah 70 × 70 ml atau sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak, seperti olahraga, kecepatan jantung dapat menjadi 150 setiap menit dan volume denyut lebih dari 150 ml. Hal ini, membuat daya pompa jantung 20 - 25 liter per menit.
Darah mengalir, karena kekuatan yang disebabkan oleh kontraksi ventrikel kiri. Sentakan darah yang terjadi pada setiap kontraksi dipindahkan melalui dinding otot yang elastis dari seluruh sistem arteri. Peristiwa ketika jantung mengendur atau sewaktu darah memasuki jantung disebut diastol. Sedangkan, ketika jantung berkontraksi atau pada saat darah meninggalkan jantung disebut sistol. Tekanan darah manusia yang sehat dan normal sekitar 120 atau 80 mm Hg. 120 merupakan tekanan sistol, dan 80 adalah tekanan diastole.


2.      Pembuluh darah

Dinding pembuluh darah terdiri dari 3 bagian yaitu lapisan terluar disebut dengan Tunika adventitia, bagian tengah yang berotot disebut dengan Tunika media sedangkan bagian terdalam yaitu lapisan endotel disebut Tunika intima. Pembuluh darah terdiri dari 3 macam, yaitu pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan kapiler.
a.       Arteri
Dinding dari aorta dan arteri yang besar terdiri dari banyak jaringan elastis dan beberapa otot polos. Arteri merupakan pembuluh yang liat dan elastis. Tekanan pembuluh arteri lebih kuat dari pada pembuluh balik (vena). Arteri memiliki sebuah katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung. Pembuluh arteri terdiri atas :

à        Arteri Pulmonalis
à        Arteri Sistemik
à        Aorta
à        Arteriola
Arteri menunjukan adanya detak jantung
b.      Kapiler
Dinding pembuluh darah kapiler sangat tipis terdiri dari 1 lapisan sel endotel.
c.       Vena

Yaitu penyalur yang relatif tipis dindingnya. Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali. Dinding pembuluh balik lebih tipis dan tidak elastis. Tekanan pembuluh balik lebih lemah di bandingkan pembuluh nadi. Pembuluh vena terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) dan menjaga agar darah tak berbalik arah. Sekitar 50% dari jumlah volume darah terdapat dalam sistem vena ini pada suatu waktu. Pembuluh balik

(vena) terdiri atas :
à        Venula
à        Vena Cava Superior
à        Vena Cava Inferior
à        Vena Cava Pulmonalis






Macam-macam peredaran darah :
Peredaran darah kecil, melalui : Ventrikel kanan (3) → Arteri pulmonalis (10) → Paru-paru (8) →  Vena pulmonalis (11) → Atrium kiri (4)

Peredaran darah besar, melalui : Ventrikel kiri (4) → Aorta (12) → Arteri (6) → Seluruh Tubuh (7) → Vena (5) → Atrium kanan (1)
Dinding pembuluh vena tipis sedangkan arteri tebal
Denyut di vena keberasa sedangkan di arteri ga keberasa

Pembuluh darah merupakan jalan bagi darah yang mengalir dari jantung menuju ke jaringan tubuh, atau sebaliknya. Pembuluh darah dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu pembuluh nadi, pembuluh vena, dan pembuluh kapiler.

a. Pembuluh nadi
Pembuluh nadi atau pembuluh arteri ialah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju kapiler. Arteri vertebrata dilapisi endotel dan mempunyai dinding yang relatif tebal yang mengandung jaringan ikat elastis dan otot polos. Arteri cenderung terletak agak lebih dalam di jaringan badan.
Dinding arteri besar (aorta) yang keluar dari jantung banyak mengandung jaringan ikat. Kekuatan tiap sistol ventrikel mendorong darah ke dalam arteri dan melebarkannya agar dapat menampung darah tersebut. Pada waktu diastol, kelenturan dinding bagian pertama arteri tersebut membantu mendorong darah ke bagian arteri yang menjadi lebar. Elastisitas arteri yang besar itu mengubah arus darah menjadi mantap dan tenang.
Peregangan dan kontraksi arteri yang terjadi bergantian dengan sangat cepat menuju perifer (7,5 m per detik) yang dapat dirasakan sebagai denyut nadi. Setelah arteri mencapai jaringan, arteri akan bercabang-cabang. Pada tiap cabang rongga saluran menjadi makin sempit, tetapi jumlah luas penampang makin besar sehingga kecepatan arus darah berkurang dan tekanannya menurun.

Lapisan arteri dari dalam ke luar :

·         Tunika intima merupakan lapisan paling dalam, terdiri atas sel endotel, lapisan sub endotel merupakan jaringan ikat, dan lapisan paling luar merupakan serat elastis.
·         Tunika Media merupakan lapisan setelah tunika intima, terutama terdiri atas jaringan ikat, sel otot polos dan jaringan elastis. Arteri yang lebih besar memiliki jaringan elastis yang lebih banyak dibandingkan dengan otot polos. Pada arteri yang lebih kecil jaringan elastis di tunika media digantikan oleh otot polos.
·         Tunika Adventitia, terutama tersusun atas serabut kolagen dan jaringan elastis. Terdapat syaraf dan pembuluh limfe. Pada arteri yang lebih besar banyak mengandung pembuluh darah yang disebut vasa vasorum.

b. Pembuluh vena
Pembuluh vena atau pembuluh balik ialah pembuluh darah yang membawa darah ke arah jantung. Pembuluh vena terdiri atas tiga lapisan, seperti pembuluh arteri. Dari lapisan dalam ke arah luar adalah endotel, jaringan elastik dan otot polos, serta jaringan ikat fibrosa.
Pada sepanjang pembuluh vena, terdapat katup-katup yang mencegah darah kembali ke jaringan tubuh. Pembuluh vena terletak lebih ke permukaan pada jaringan tubuh daripada pembuluh arteri.
Pembuluh vena terdiri dari:
      Vena cava superior yang bertugas membawa darah dari bagian atas tubuh menuju serambi kanan jantung.
       Vena cava inferior yang bertugas membawa darah dari bagian bawah tubuh ke serambi kanan jantung.
       Vena cava pulmonalis yang bertugas membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri jantung.

Perbedaan pembuluh arteri dengan pembuluh vena dapat dilihat pada Tabel berikut.



Pada manusia dan mamalia, selain pembuluh darah vena dari jaringan tubuh yang kembali ke jantung, ada pula vena yang sebelum kembali ke jantung singgah dahulu ke suatu alat tubuh, misalnya darah dari usus sebelum ke jantung singgah dulu ke hati. Peredaran darah ini disebut sistem vena porta.

c. Pembuluh kapiler
Pembuluh kapiler ialah pembuluh darah kecil yang mempunyai diameter kira-kira sebesar sel darah merah, yaitu 7,5 μm. Meskipun diameter sebuah kapiler sangat kecil, jumlah kapiler yang timbul dari sebuah arteriol cukup besar sehingga total daerah sayatan melintang yang tersedia untuk aliran darah meningkat. Pada orang dewasa kira-kira ada 90.000 km kapiler.
Dinding kapiler terdiri atas satu lapis sel epitel yang permiabel daripada membran plasma sel. Oksigen, glukosa, asam amino, berbagai ion dan zat lain yang diperlukan secara mudah dapat berdifusi melalui dinding kapiler ke dalam cairan interstitium mengikuti gradien konsentrasinya. Sebaliknya, karbondioksida, limbah nitrogen, dan hasil sampingan metabolisme lain dapat dengan mudah berdifusi ke dalam darah.

Fungsi Pembuluh Kapiler :
          Alat penghubung antara pembuluh darah arteri dan vena
          Tempat terjadinya pertukaran zat-zat antara darah dan cairan jaringan
          Mengambil hasil-hasil  dari kelenjar
          Menyerap zat makanan yang terdapat diusus
          Menyaring darah yang terdapat diginjal

3. Darah
Medium transpor dari sistem sirkulasi adalah darah. Darah tidak hanya mengangkut oksigen dan karbondioksida ke dan dari jaringan-jaringan dan paru-paru, tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. Hal ini meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula, asam amino) limbah metabolisme (seperti urea), ion-ion dari macam-macam garam (seperti Na+, Ca++,Cl–, HCO3–), dan hormon-hormon. Darah juga berfungsi mengedarkan panas dalam tubuh. Selain itu, darah memainkan peranan aktif dalam memerangi bibit penyakit. Darah yang terdapat di dalam tubuh kira-kira 8% bobot tubuh. Jadi, seorang laki-laki dengan bobot badan 70 kg mempunyai volume darah kira-kira 5,4 liter.
Darah manusia terdiri atas dua komponen, yaitu sel-sel darah yang berbentuk padatan dan plasma darah yang berbentuk cairan. Jika darah disentrifugasi, maka darah akan terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian paling bawah adalah sel-sel darah merah, lapisan di atasnya adalah lapisan berwarna kuning yang berisi sel-sel darah putih. Sedangkan, lapisan paling atas adalah plasma darah.

a. Sel-sel darah

Sel-sel darah dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah. Sel-sel darah ini cukup besar sehingga dapat diamati dengan mikroskop biasa.
1) Sel darah merah (eritrosit)
Dari ketiga macam sel darah, sel darah merah mempunyai jumlah terbanyak. Pada wanita normal mempunyai kira-kira 4,5 juta sel darah merah dalam setiap mm³ darah. Sedangkan, pada laki-laki normal sekitar 5 juta sel darah merah setiap mm³. Selain itu, jumlah sel darah merah juga dipengaruhi oleh ketinggian tempat seseorang hidup dan kesehatan seseorang. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakram bikonkaf dengan diameter 7,5 μm, ketebalan 2 μm, dan tidak berinti sel.
Bentuk bikonkaf ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. Sel darah merah dibentuk dalam tulang-tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belakang. Eritrosit memiliki pigmen respirasi, yaitu hemoglobin yang berperan mengikat oksigen sehingga membentuk oksihemoglobin (HbO2). Jangka hidup sel-sel darah merah kira-kira 120 hari. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik dalam hati. Sebagian besar besi dari hemoglobin digunakan kembali. Sedangkan, sisa dari molekul hemoglobin yang dipecah menjadi pigmen empedu yang diekskresikan oleh hati ke dalam empedu.

2) Sel darah putih (leukosit)
Sel darah putih mempunyai satu inti sel dan berbentuk tidak tetap. Fungsi umum dari sel darah putih adalah melindungi tubuh dari infeksi. Umur leukosit dalam sistem peredaran darah adalah 12 - 13 hari. Berdasarkan granula yang dikandung sitoplasma, sel darah putih dapat dibedakan menjadi sel darah putih bergranula (granulosit) dan sel darah putih yang tidak bergranula (agranulosit). Leukosit yang bergranula, contohnya eusinofil (2 - 4 %), basofil (0,5 - 1 %), dan neutrofil (60 - 70 %). Sedangkan, leukosit yang tidak bergranula, contohnya limfosit (20 - 25 %) dan monosit (3 - 8 %).
Neutrofil dan monosit melindungi tubuh dengan cara melakukan endositosis terhadap partikel asing yang masuk ke dalam tubuh. Jumlah eusinofil akan meningkat jika tubuh mengidap cacing-cacing parasit. Basofil berperan dalam reaksi alergi dengan membentuk sel mast. Sedangkan, limfosit berperan dalam pembentukan antibodi.
Semua sel-sel darah putih dibuat dalam sumsum tulang dan kelenjar limfa. Jumlah sel darah putih di dalam tubuh kira-kira 5.000 - 10.000 sel setiap mm³ darah. Jika terjadi infeksi, jumlah leukosit di dalam tubuh bisa meningkat mencapai 30.000. Jumlah leukosit yang melebihi jumlah normal ini disebut leukopeni. Sedangkan, jumlah leukosit yang kurang dari jumlah normal disebut leukositosis. 
Contoh keadaan jumlah leukosit menjadi lebih besar dari normal adalah leukimia atau kanker darah. Leukosit yang sangat banyak ini mengakibatkan fagositosis terhadap sel darah merah oleh sel darah putih.



1)      Leukosit (Sel Darah Putih)
Batas norma leukosit adalah 4.000-10.000 per mm³. Ada 5 jenis sel darah putih yaitu :













2)      Eritrosit (Sel Darah Merah)

Berbentuk piringan binkonkaf tidak berinti yang kira-kira berdiameter 8 µm, tebalnya 2 µm pada perimeter sebelah luarnya dan berkurang menjadi 1 µm atau kurang di tengah-tengahnya. Stroma bagian luar yang mengandung protein terdiri dari antigen kelompok A dan B serta factor Rh yang menentukan golongan darah seseorang. Komponen utama sel darah merah yaitu hemoglobin (Hb), yang mengangkut 02 dan CO2 dan mempertahankan pH normal melalui serangkaian dapar intrasel. Jumlah sel darah merah kira-kira 5 juta/ mm³ dan berumur kira-kira 120 hari.
3)      Trombosit (Keping Darah)

Bukan merupakan sel, tetapi  pecahan granular sel, berbentuk piringan dan tidak berinti. Trombosit adalah unsur sel sumsum tulang yang terkecil dan vital untuk hemostasis dan pembekuan. Trombosit berdiameter 1- 4 µm dan berumur kira-kira 10 hari. Kira-kira ⅓ berada dalam limpa sebagai pool cadangan dan sisanya berada dalam sirkulasi, berjumlah antara 150.000- 400.000/ mm³.



3) Keping-keping darah (trombosit)
Keping-keping darah adalah fragmen sel-sel yang dihasilkan oleh sel-sel besar (megakariosit) dalam sum-sum tulang. Trombosit berbentuk seperti cakera atau lonjong dan berukuran 2 μm. Keping-keping darah mempunyai umur hanya 8 - 10 hari. Secara normal dalam setiap mm³ darah terdapat 150.000 - 400.000 keping-keping darah. Trombosit memiliki peranan dalam pembekuan darah.

b. Plasma darah
Plasma darah ialah cairan berwarna kekuning-kuningan dan terdapat sel-sel darah. Komponen terbesar dari plasma darah adalah air. Dalam plasma darah terlarut molekul-molekul dan ion-ion yang beraneka ragam. Molekul-molekul ini meliputi glukosa yang bekerja sebagai sumber utama energi untuk sel-sel dan asam amino. Selain molekul makanan, juga terdapat sisa metabolisme sel. Vitamin-vitamin dan hormon juga terdapat dalam plasma darah. Sejumlah ion, misalnya Na+ dan Cl– terdapat dalam plasma darah. Kira-kira 7 % plasma terdiri atas molekul-molekul protein, seperti fibrinogen yang esensial untuk proses pembekuan darah.

Darah manusia dapat digolongkan berdasarkan komposisi aglutinogen dan aglutininnya. Antigen adalah suatu jenis protein yang mampu merangsang pembentukan antibodi. Penggolongan ini sangat bermanfaat untuk transfusi darah. Untuk lebih memahami, mari ikuti uraian tentang golongan darah dan transfusi darah berikut ini.

a. Golongan darah
Golongan darah pada manusia dapat dibedakan menjadi empat golongan berdasarkan ada atau tidak adanya antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin). Orang yang bergolongan darah A, pada membran sel darah merah mengandung antigen atau aglutinogen A. Sementara, plasma darahnya mengandung aglutinin β (antibodi β). Orang yang bergolongan darah B, pada membran sel darah merah mengandung aglutinogen B, sementara plasma darahnya mengandung aglutinin α (antibodi α).
Orang yang bergolongan darah AB, pada membran sel darah merah mengandung aglutinogen A dan B, sementara plasma darahnya tidak mengandung antibodi α dan β. Sedangkan, orang yang bergolongan darah O, pada membran sel darah merah tidak memiliki aglutinogen A dan B, sementara plasma darahnya mengandung aglutinin α dan β. Untuk lebih memahami, mari perhatikan Tabel di bawah ini.
Golongan Darah
Aglutinogen
Aglutinin
A
A
β
B
B
α
AB
AB
-
O
-
α  dan  β

b. Transfusi darah
Transfusi darah adalah pemberian darah dari seseorang kepada orang yang memerlukan. Orang yang memberi darah disebut donor, sedangkan orang yang menerima darah disebut resipien. Dalam transfusi darah, donor harus memperhatikan jenis aglutinogen (antigen) yang dimilikinya. Sedangkan, pada resipien yang perlu diperhatikan adalah aglutininnya (antibodi). Jika antigen A (aglutinogen A) bertemu dengan antibodi α (aglutinin α), maka darah akan menggumpal atau membeku. Begitu pula sebaliknya, jika antigen B (aglutinogen B) bertemu dengan antibodi β (aglutinin β), maka darah juga akan menggumpal atau membeku.
Golongan darah O dapat menjadi donor bagi semua golongan darah, karena golongan darah ini tidak memiliki aglutinogen A maupun B sehingga tidak menyebabkan aglutinasi atau penggumpalan darah. Oleh karena itu, golongan darah O disebut donor universal. Golongan darah O hanya dapat menerima darah dari orang yang bergolongan darah O juga, dan tidak dapat menerima darah dari golongan darah yang lainnya karena golongan darah O memiliki antibodi α dan β.

Tabel Skema Kemungkinan Terjadinya Transfusi Darah

Golongan darah AB merupakan resipien universal, karena dapat menerima darah dari golongan darah A, B, AB, maupun O. Hal ini disebabkan karena golongan darah AB tidak mempunyai antibodi (aglutinin) α maupun β, tetapi hanya memiliki antigen (aglutinogen) A dan B.
Selain golongan darah, ada faktor lain yang menentukan dalam transfusi darah, yaitu suatu antigen yang dimiliki manusia yang dinamakan rhesus. Rhesus negatif adalah darah yang di dalam eritrositnya tidak mengandung antigen rhesus, tetapi dalam plasma darahnya mampu membentuk antibodi atau aglutinin rhesus. Jika darah seseorang yang bergolongan rhesus positif ditransfusikan ke golongan rhesus negatif, maka akan terjadi penggumpalan walaupun golongan darahnya sama.

Anatomi Sistem Sirkulasi Limfe/Limfatik
Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa berasal dari plasma darah yang merembes keluar dari pembuluh kapiler di sistem peredaran darah. Cairan yang keluar tersebut menjadi cairan intersisial yang mengisi ruang antara sel-sel di jaringan. Setelah beredar ke seluruh tubuh, cairan tersebut dikumpulkan dan dikembalikan ke sistem peredaran darah melalui sistem limfa.
A.    Pembuluh Limfatik
Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena kecil, tetapi memiliki lebih banyak katup sehingga pembuluh limfe tampaknya seperti rangkaian petasan atau tasbih. Pembuluh limfe yang terkecil atau kapiler limfe lebih besar dari kapiler darah dan terdiri hanya atas selapis endotelium. Pembuluh limfe bermula sebagai jalinan halus kapiler yang sangat kecil atau sebagai rongga-rongga limfe di dalam jaringan berbagai organ. Pembuluh limfe khusus di vili usus halus disebut lacteal villi. Pembuluh limfe dibedakan menjadi :
1.      Pembuluh limfa kanan (duktus limfatikus dekster),
 terbentuk dari cairan limfa yang berasal dari daerah kepala dan leher bagian kanan, dada kanan, lengan kanan, jantung dan paru-paru yang terkumpul dalam pembuluh limfa. Pembuluh limfa kanan bermuara di pembuluh balik (vena) di bawah selangka kanan.
2.      Pembuluh limfa kiri (duktus limfatikus toraksikus), disebut juga pembuluh dada. Pembuluh limfa kiri terbentuk dari cairan limfa yang berasal dari kepala dan leher bagian kiri, dada kiri, lengan kiri, dan tubuh bagian bawah. Pembuluh limfa ini bermuara di vena bagian bawah selangka kiri
Peredaran limfa merupakan peredaran yang terbuka. Peredaran ini dimulai dari jaringan tubuh dalam bentuk cairan jaringan. Cairan jaringan ini selanjutnya akan masuk ke dalam kapiler limfa. Kemudian kapiler limfa akan bergabung dengan kapiler limfa yang membentuk pembuluh limfa yang lebih besar dan akhirnya bergabung menjadi pembuluh limfa besar yaitu pembuluh limfa kanan dan kiri. Kurang lebih 100 mil cairan limfa akan dialirkan oleh pembuluh limfe menuju vena dan dikembalikan ke dalam darah.
Sistem Sirkulasi Limfatik



Ø  Pembuluh limfe (pembuluh getah bening)
Ada dua kelenjar tempat masuknya limfe ( getah bening ) dari jaringan
1.                  Pembuluh limfe dada kanan (ductus limfaticus dekster). Menerima aliran limfe dari daerah kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, lengan kanan yang bermuara di pembuluh balik di bawah selangka kanan.
2.                  Pembuluh limfe dada kiri (ductus thoracikus). Pembuluh ini terletak pada pembuluh balik di bawah tulang selangka kiri. Pembuluh ini merupakan tempat muara pembuluh lemak dari usus. Pembuluh limfe ini juga mengumpulkan cairan limfe yang berasal dari bagian lain selain yang disebutkan di atas. Peredaran limfe dimulai dari seluruh tubuh dan berakhir di pembuluh balik. Pada tempat-tempat pertemuan pembuluh limfe terdapat kelenjar limfa. Kelenjar ini menghasilkan zat antibodi yang disebut limfosit, berfungsi untuk membasmi bibit penyakit. Kelenjar limfa yang terdapat dalam tubuh manusia, antara lain terdapat pada ketiak, leher, paha, lipatan siku, tonsil, amandel, adenoid. Pada kelenjar limfa dibuat sel-sel darah putih limfosit yang berperan dalam pemberantasan kuman penyakit.

Ada beberapa perbedaan antara limfe dengan darah. Di antaranya dapat dijelaskan di bawah ini:
1.                  Cairan limfe berwarna kuning keputih-putihan yang disebabkan karena adanya kandungan lemak dari usus.
2.                  Jika darah tersusun dari banyak sel-sel darah, maka pada limfa hanya terdapat satu macam sel darah, yaitu limfosit, yang merupakan bagian dari sel darah putih.
3.                  Limfosit inilah yang akan menyusun sistem imunitas pada tubuh, karena dapat menghasilkan antibodi.

Cairan limfe juga memiliki kandungan protein seperti pada plasma darah, namun pada limfe ini kandungan proteinnya lebih sedikit dan mengandung lemak yang dihasilkan oleh usus. Berbeda dengan pembuluh darah, pembuluh limfe ini memiliki katup yang lebih banyak dengan struktur seperti vena kecil dan bercabang-cabang halus dengan bagian ujung terbuka. Dari bagian yang terbuka inilah cairan jaringan tubuh dapat masuk ke dalam pembuluh limfe.
Pembuluh limfe mempunyai fungsi seperti berikut:
1.                  Mengangkut cairan dan protein dari jaringan tubuh ke dalam darah.
2.                  Menghancurkan kuman penyakit.
3.                  Menghasilkan zat antibodi.
4.                  Mengangkut emulsi lemak dari usus ke dalam darah
B.     Kelenjar Limfe atau Limfonodi

Limfonodi berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. Kerjanya sebagai penyaring limfe dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher, axial, thorax, abdomen, dan lipatan paha.

C.    Jaringan/Organ Limfatik

Organ Limfatik Primer
1.      Sumsum Tulang Merah, merupakan jaringan penghasil limfosit. Sel-sel limfosit yang dihasilkan tersebut akan mengalami perkembangan. Limfosit yang berkembang di dalam sumsum tulang akan menjadi limfosit B. Sedangkan limfosit yang berkembang di dalam kelenjar timus akan menjadi limfosit T. Limfosit-limfosit ini berperan penting untuk melawan penyakit.
2.      Kelenjar Timus, tidak berperan dalam memerangi antigen secara langsung seperti pada organorgan limfoid yang lain. Untuk memberikan kekebalan pada limfosit T ini, maka timus mensekresikan hormon tipopoietin.
Organ Limfatik Sekunder
1.      Limpa, merupakan organ limfoid yang paling besar. Kelenjar yang dihasilkan dari limpa berwarna ungu tua. Limpa terletak di belakang lambung.
2.      Nodulus Limfatikus, merupakan sekumpulan jaringan limfatik yang tersebar di sepanjang jaringan ikat yang terdapat pada membran mukus yang membatasi dinding saluran pencernaan, saluran reproduksi, saluran urin, dan saluran respirasi. Beberapa bentuk nodulus limfatikus yaitu tonsil dan folikel limfatik. Tonsil terdapat di tenggorokan. Folikel limfatik terdapat di permukaan dinding usus halus.













Sesi Tanya Jawab
Pertanyaan
1.      Siklus darah menuju jantung setelah keluar (prangga asih)
Jawaban
            Aliran keluar darah dari ventrikel kiri menuju aorta lalu di saluri  melewati arteri, arteriol dan kapiler yang kemudian membentuk  vena kava inferior dan vena kava suferior kedua vena kava bermuara di atrium kanan.

2.      Fungsi sel sel darah putih ( rahmawati indriani)
Jawaban
·         neutrofil adalah untuk membunuh kuman sebanyak mungkin
·         melawanparasit multiselulardanbeberap infeksi pada makhluk 
vetebrata

·         monosit adalah melaksanakan proses fagositosis.
·         Limfosit mengatur respon sistem kekebalan terhadap sel-sel yang terinfeksi 
·         Basofil memberi reaksi alergi dan antigen dengan jalan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.

3.      Proses pembekuan darah pada luka (Rahmat ikhwan fauzi)
Jawaban
            Terjadi luka à darah keluar à keping darah (trombosit pecah) à menghasilkan enzim trombokinase àdengan ion dan vitaminn k mengubah protombin menjadi trombinà fibrinogen membentuk fibrinogen membentuk benang benang fibrin à membendung darah dan membekuà menutup luka

4.      Cara kerja sistem limfe/ limfatik (Retria octa wedista)
Jawaban
Sistem limfatikadalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi
mengalirkanlimfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma darah yangkeluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya. Cairan ini kemudiandikumpulkan oleh sistem limfa melalui proses difusi ke dalam kelenjar limfa dandikembalikan ke dalam sistem sirkulasi.

5.      Mengapa antigen A bertemu dengan antibodi α menyebabkan darah menggumpal? (Nur Hujaifah)
Jawaban
            Jika di ibaratkan antigen A merupakan aglutinogen yang di gumpalkan dan antibodi α merupakan aglutinin yang menggumpalkan, sehingga penyebab penggumpalan yaitu antibodi α itu sendiri


Daftar Pustaka
·         http://wwdhedy.blogspot.com/




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar