RSS

ENDOKRIN 2

BAB II
Sistem Endokrin 2

Kelenjar Pankreas, Adrenal, dan Gonad
A. Kelenjar Pankreas



• Kelenjar pankreas terletak pada bagian belakang lambung dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).
• Panjangnya : 10-20 cm
• Lebarnya : 2,5-5 cm
• Mendapat Pasokan darah dari arteri mensentrika superior dan splenikus.


Pankreas merupakan kumpulan kelenjar yang melepaskan enzim pencernaan kedalam usus dan mengeluarkan hormon insulin dan glucagon kedalam aliran darah. Dua hormon ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat (gula). Pankreas menempel pada duodenum (usus 12 jari), bagian atas dari usus halus. Pembuluh besar utama, disebut pembuluh Wirsung (dalam gambar diatas pancreatic duct), mengumpulkan cairan pankreas dan mengalirkannya kedalam usus 12 jari. Pada banyak individu pembuluh yang lebih kecil (pembuluh Santorini) juga mengalir ke usus 12 jari. Aktif enzim dalam pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein terus menerus mengalir dari pankreas melalui pembuluh ini. Aliran ini dikendalikan oleh syaraf vagus dan oleh hormon secretin dan pancreozymin. Dua hormon ini diproduksi dalam mucosa usus. Ketika makanan masuk ke usus 12 jari, secretin dan pancreozymin dilepaskan kedalam aliran darah oleh sel-sel usus 12 jari. Ketika hormon ini sampai di Pankreas, sel-sel pankreas terstimulasi untuk memproduksi dan melepaskan air, bikarbonat, dan enzim pencernaan dalam jumlah yang besar, yang kemudian mengalir ke usus

• Pulau Langerhans dan Hormon Insulin
Hormon insulin dan glucagon dihasilkan oleh suatu jenis sel yang dinamakan sel-sel Beta, yang tersebar dalam pancreas, dalam bagian yang disebut pulau Langerhans. Langerhans adalah nama seorang dokter berkebangsaan Jerman bernama Paul Langerhans. Ialah yang pertama kali pada tahun 1869 menjelaskan fungsi dan keberadaan bagian ini. Dalam pankreas manusia normal terdapat 1.000.000 pulau Langerhans. Ada lima jenis sel yang berbeda dalam pulau Langerhans, dimana tiga diantaranya (sel alpha, sel beta dan sel delta) menghasilkan hormon penting. Sel A(lpha) menghasilkan glucagon, Sel B(eta) menghasilkan insulin; Sel D(elta) yang membuat somatostatin. Jenis sel keempat dan kelima yaitu sel D1 dan sel PP belum diketahui secara pasti fungsinya. Rusaknya sel beta sebagai penghasil insulin merupakan penyebab diabetes mellitus tipe 1 (tergantung insulin)



Pulau Langerhans ada 3 tipe sel yang sudah diketahui fungsinya : sel alfa yang terwarna oleh orange G,menghasilkan hormon glukagon yang berjumlah 25%. Sel beta yang berjumlah 60% terwarna oleh ahdehyde fucshin,hormon ini menghasilkan insulin. Sel delta berjumlah 10%,memiliki juluran sitoplasma yang tak teratur,menghasilkan gastrin,serotonin,dan somastotatin
Pulau-pulau Langerhans dalam pankreas mensekresi hormon insulin dan glucagon, untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Insulin merangsang sel untuk membuang gula dari aliran darah dan memanfaatkannya. Insulin merupakan protein sederhana dimana rantai dari dua polipeptid asam amino terhubung dengan ikatan disulfida. Insulin membantu pemindahan glukosa kedalam sel sehingga sel-sel itu dapat mengoksidasi glukosa untuk menghasilkan energi bagi tubuh. Insulin dikeluarkan ketika kadar gula dalam darah meningkat-terutama setelah makan. Pada jaringan lemak, insulin memfasilitasi penyimpanan glukosa dan konversinya menjadi asam lemak. insulin juga memperlambat penguraian asam lemak. Pada otot, Insulin membantu penyerapan asam amino untuk membentuk protein. Insulin juga membantuk merubah glukosa menjadi glikogen dalam liver dan mengurangi gluconeogenesis (pembentukan glukosa dari sumber nonkarbohidrat).

Hormon Glucagon

Struktur primer dari Glukagon adalah yang terdiri dari 29 asam amino dan mempunyai massa molekul 3483 Da. His-Ser-Gln-Gly-Thr-Phe-Thr-Ser-Asp-Tyr-Ser-Lys-Tyr-Leu-Asp-Ser-Arg-Arg-Ala-Gln-Asp-Phe-Val-Gln-Trp-Leu-Met-Asn-Thr.
Glucagon memiliki efek yang berlawanan; dimana hormon ini merangsang liver untuk melepaskan gula yang disimpannya (Glycogen) kedalam aliran darah. Hal ini dilakukan jika kadar gula dalam darah terlalu rendah atau terlalu banyak insulin dihasilkan oleh tubuh sehingga kadar gula dalam darah menurun. Mekanisme inilah yang mengatur kadar gula dalam darah pada manusia. Pulau Langerhans juga mensekresi, dalam jumlah yang jauh lebih sedikit, somastostatin, yang menghambat dihasilkannya hormon insulin dan glucagon. Selain itu adapula hormon yang disebut pancreatic polypeptide (polipetid pankreas), yang belum diketahui secara pasti guna dan manfaatnya.
Produksi hormon insulin yang tidak memadai adalah penyebab diabetes melitus. Diabetes yang parah memerlukan injeksi insulin secara periodik, yang diambil dari pankreas babi, domba, dan banteng. Insulin pertamakali diisolasi sebagai extrak pankreas pada tahun 1921 oleh Sir Frederick G. Banting dan Charles H. Best dari Kanada. Pada awal 1980-an, suatu jenis bakteri tertentu dimodifikasi secara genetik untuk memproduksi insulin manusia. Pancreas merupakan organ yang berperan penting pada kelainan Diabetes Melitus. Pada Diabetes Melitus, insulin yang dihasilkan oleh pancreas tidak cukup untuk mengolah glukosa yang ada dalam darah. Hal ini dapat disebabkan karena kelainan sistem kekebalan tubuh sejak kecil, yang dikenal sebagai Diabetes Tipe 1. Dapat pula terjadi karena ketidakmampuan tubuh dalam menyelaraskan produksi insulin dengan kebutuhan untuk mengolah glukosa dalam darah. Diabetes tipe ini dinamakan Diabetes Tipe 2. Untuk mengenal penyakit ini, ada baiknya kita kenali dulu organ yang bernama Pancreas.


B. Kelenjar Adrenal



Kelenjar adrenal adalah sepasang organ yang terletak dekat kutub atas ginjal, terbenam dalam jaringan lemak. Kelenjar ini ada 2 buah, berwarna kekuningan serta berada di luar (ekstra) peritoneal. Bagian yang sebelah kanan berbentuk pyramid dan membentuk topi (melekat) pada kutub atas ginjal kanan. Sedangkan yang sebelah kiri berbentuk seperti bulan sabit, menempel pada bagian tengah ginjal mulai dari kutub atas sampai daerah hilus ginjal kiri. Kelenjar adrenal pada manusia panjangnya 4-6 cm, lebar 1-2 cm, dan tebal 4-6 mm. Bersama-sama kelenjar adrenal mempunyai berat lebih kurang 8 g, tetapi berat dan ukurannya bervariasi bergantung umur dan keadaan fisiologi perorangan. Kelenjar ini dikelilingi oleh jaringan ikat padat kolagen yang mengandung jaringan lemak. Selain itu masing-masing kelenjar ini dibungkus oleh kapsul jaringan ikat yang cukup tebal dan membentuk sekat/septa ke dalam kelenjar.

• Vaskularisasi

Kelenjar adrenal disuplai oleh sejumlah arteri yang masuk pada beberapa tempat di sekitar bagian tepinya. Ketiga kelompok utama arteri adalah arteri Hormon Cortison atau antiadison suprarenalis superior, berasal dari arteri frenika inferior; arteri suprarenalis media, berasal dari aorta ; dan arteri suprarenalis inferior, berasal dari arteri renalis. Berbagai cabang arteri membentuk pleksus subkapsularis yang mencabangkan tiga kelompok pembuluh: arteri dari simpai; arteri dari kortex, yang banyak bercabang membentuk jalinan kapiler diantara sel-sel parenkim (kapiler ini mengalir ke dalam kapiler medulla); dan arteri dari medulla, yang melintasi kortex sebelum pecah membentuk bagian dari jalinan kapiler luas dari medulla. Suplai vaskuler ganda ini memberikan medulla dengan darah arteri (melalui arteri medularis) dan darah vena (melalui arteri kortikalis). Endotel kapiler ini sangat tipis dan diselingi lubang-lubang kecil yang ditutupi diafragma tipis. Di bawah endotel terdapat lamina basal utuh. Kapiler dari medulla bersama dengan kapiler yang mensuplai kortex membentuk vena medularis, yang bergabung membentuk vena adrenal atau suprarenalis.

Kelenjar adrenal terdiri dari dua lapisan yaitu korteks dan medulla. Korteks adrenal terdiri dari 3 lapisan yaitu : zona gromerulosa (bagian luar),zona fasikulata (bagian tengah),zona retikularis (dibagian zona fasikulata). Dan hormon korteks adrenal ada Hormon Cortison atau antiadison, Hormon Glukokortikoid, Hormon Cortisol,HormonAldosterone, Hormon Corticosterone,Hormon Mineralokortikoid. Medulla adrenal terdiri dari Hormon Adrenalin/Epinefrin, Hormon Androgen.



1. KORTEKS ADRENAL
o Korteks adrenal berasal dari Berasal dari mesoderm (bagian tengah dari tiga lapisan primer embrio) hormon kartikosteroid


A. Mineralokortikoid
Mineralokortikoid (pada manusia terutama adalah aldosteron) dibentuk pada zona glomerulosa korteks adrenal. Hormon ini mengatur keseimbangan elektrolit dengan meningkatkan retensi natrium dan ekskresi kalium. Aldosteron merupakan bagian dari sistem RAA (renin-angiotensin-aldosteron). Pengukuran rasio aldosteron dalam plasma darah sering disebut sebagai plasma aldosterone concentration, pac yang digunakan sebagai perbandingan terhadap plasma renin activity, pra, lebih lanjut disebut rasio pac/pra.

B. Glukokortikoid
Glukokortikoid dibentuk dalam zona fasikulata. Kortisol merupakan glukokortikoid utama pada manusia. Glukokortikoid menghasilkan hormon kortisol dan kortison. Kortisol merupakan glukokortikoid utama pada manusia. Kortisol merupakan hormon yang sangat penting yang sering disebut dengan stress hormon, karena dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan kadar gula darah. Kortisol juga bersifat menekan imunitas, anti peradangan dan anti alergi dan merupakan suatu imunosupresan.
Pada farmakologi, bentuk sintesis dari kortisol disebut juga hydrocortison, dan digunakan sebagai anti alergi, anti inflamasi dan sebagai suplemen pengganti vitamin (difesiensi). Juga digunakan pengobatan rematik arthritis (rheumatoid arthritis)

C. Gonadokortikoid
Gonadokortikoid dibentuk pada zona retikularis. pembentukan hormon pada wanita, estrone dan progesteron serta pada pria, testrone.


1. ZONA GLOMERULOSA
a. Zona ini secara eksklusif memproduksi mineralokortiroid, terutama aldosteron.
b. Terletak di bawah kapsul berserat
c. Terdiri atas sel-sel epitel kecil berbentuk poligonal, yang tersusun dalam kelompok membulat atau kolom melengkung, inti gelap, sitoplasma basofilik.
d. Sitoplasma banyak mengandung mikrotobuli, mitokondria yang memanjang dan retikulum endoplasmik granuler.

2. ZONA FASIKULATA
a. Zona ini mensintesis glukokortikoid, terutama kortisol (bersama dengan zona reticularis)
b. Bagian yang paling lebar di antara ketga zona
c. Terdiri atas sel polihedral besar dengan sitoplasmanya basofilik
d. Selnya tersusun berderet lurus setebal 2 sel, dengan sinusoid venosa bertingkap, yang jalannya berjajar di antara deretan itu
e. Sel memiliki banyak fosfolipid, asam lemak, lemak , dan kolesterol yang terambat pada retikulum endoplasma agranuler
f. Sel ini juga banyak mengandung vitamin C
3. ZONA RETIKULARIS
a. Zona ini menghasilkan hormon gonadokortikoid (androgen dan estrogen) yang identik dengan yang dihasilkan gonad.
b. terdiri atas percabangan dan penggabungan
c. Kolom yang terbentuk atas sel-sel yang membulat
d. Sitoplasma mengandung retikulum endoplasma halus, sejumlah lisosom dan beberapa badan pigmen



2. MEDULLA ADRENAL
 Merupakan kelenjar adrenal bagian dalam yang menempati 20% dari kelenjar adrenal. Barasal dari ektoderm(bagian luar dari tiga lapisan primer embrio). Terdiri atas deretan sel kromatin, dengan sinusoid venosa lebar diantaranya. Terdapat sekelompok kecil sel saraf, sitoplasmanya mengandung banyak vesikel berisikan sekret ini.
 Hormon-hormon yang dihasilkan adalah:
- Epinefrin (80%)
Secara kimia, epinefrin adalah sebuah katekolamin, monoamina yang hanya dihasilkan oleh kelenjar adrenal dari asam amino fenilalanin dan tirosin.
- Nor-Epinefrin (20%)

                                                     Hormon adenalin (epinefrin)

Kelenjar Gonad
Gonad terdiri dari testis pada laki-laki dan indung telur (ovary) pada wanita yang menghasilkan hormon seks pria atau wanita. Pada setiap laki-laki dan wanita sebenarnya terdapat hormon seks wanita dan pria bersama-sama, dihasilkan oleh gonad dan kelenjar suprarenal. Pada wanita keseimbangannya terletak pada hormon wanita yang lebih banyak dan pada laki-laki keseimbangannya terletak pada hormon laki-laki.
Terbentuk pada minggu-minggu pertama gestasi dan tampak jelas pada minggu kelima. Diferensiasi jelas dengan mengukur kadar testosteron fetal terlihat jelas pada minggu ke tujuh dan ke delapan gestasi. Keaktifan kelenjar gonad terjadi pada masa prepubertas dengan meningkatnya sekresi gonadotropin (FSH dan LH) akibat penurunan inhibisi steroid.

Testis

Testis merupakan organ kelamin laki-laki tempat spermatozoa dan hormon laki-laki dibentuk. Pada manusia terdapat sepasang testis yang berbentuk oval. Testis terletak di luar tubuh, dihubungkan dengan tubulus spermatikus, terkandung di dalam skrotum, terletak tepat di belakang penis dan di depan anus. Setiap testis beratnya sekitar 25 gram dengan panjang 4 – 5 cm dan berdiameter 2 – 3 cm serta volume 20 – 25 ml.
Testis terdiri dari kelenjar-kelenjar yang berbentuk tubulus, dibungkus oleh selaput tebal yang disebut tunika albuginea (otot polos & myofibroblas).
Pada sudut posterior organ ini terbungkus oleh selaput atau kapsula yang disebut mediastinum testis. Mediastinum testis ini, terdiri atas jaringan ikat fibrosa serta kapiler-kapiler darah. Septula testis merupakan selaput tipis yang meluas mengelilingi mediastinum sampai ke tunika albuginea dan membagi testis menjadi 250 – 270 bagian berbentuk piramid yang disebut lobuli testis. Isi dari lobulus adalah tubulus seminiferus, yang merupakan tabung kecil panjang dan berkelok-kelok memenuhi seluruh kerucut lobulus. Disetiap lobulus terdapat 1 – 4 tubulus seminiferus. Muara tubulus seminiferus terdapat pada ujung medial dari kerucut. Pada ujung apikal dari tiap-tiap lobulus akan terjadi penyempitan lumen dan akan membentuk segmen pendek pertama dari sistem saluran kelamin yang selanjutnya akan masuk ke rete testis.
Dinding tubulus seminiferus terdiri dari tiga lapisan dari luar ke dalam yaitu tunika propria, lamina basalis dan lapisan epitelium. Tunika propria terdiri atas beberapa lapisan fibroblas, yang berfungsi sebagai alat transportasi sel spermatozoa dari tubulus seminiferus ke epididimis dengan jalan kontraksi. Lapisan epitel pada tubulus seminiferus terdiri dari dua jenis sel yaitu sel-sel penyokong yang disebut sebagai sel sertoli dan sel-sel spermatogonium. Sel-sel spermatogonium merupakan sel benih sejati, karena sel-sel inilah dihasilkan spermatozoa melalui pembelahan sel. Sel-sel spermatogonium tersusun dalam 4 – 8 lapisan yang menempati ruang antara membrana basalis dan lumen tubulus.
Sel sertoli berbentuk panjang, berdasar luas, melekat pada membrana basalis, berfungsi merawat sel spermatozoa yang baru saja terbentuk, menghasilkan semacam hormon (inhibin), menghasilkan protein pembawa hormon jantan (ABP = Androgen Binding Protein) dan menghasilkan cairan testis. Diantara lobuli pada testis didapatkan sel-sel yang berbentuk poliglonal, inti bulat dengan kromatin yang kasar. Sitoplasmanya bersifat asidofilik, sehingga pada sediaan terlihat berwarna merah. Sel ini disebut sebagai sel interstitiil atau sel leydig yang merupakan sistem endokrin testis yang nantinya akan menghasilkan testosteron.

Sel Leydig 1

Sel Leydig 2




Testosteron


Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen. Penghasil utama testosteron adalah testis pada pria dan indung telur (ovari) pada wanita, walaupun sejumlah kecil hormon ini juga dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Hormon ini merupakan hormon seks laki-laki utama dan merupakan steroid anabolik. Baik pada pria maupun wanita, testosteron memegang peranan penting bagi kesehatan. Fungsinya antara lain adalah meningkatkan libido, energi, fungsi imun, dan perlindungan terhadap osteoporosis. Secara rata-rata, pria dewasa menghasilkan testosteron sekitar dua puluh kali lebih banyak dari pada wanita dewasa.
Seorang pria yang sehat memproduksi sekitar 5 mg testosteron setiap harinya. Testosteron yang berfungsi sebagai prohormon yang beredar untuk androgen yang lebih aktif disebut dihidrotestosteron. Testosteron diubah menjadi dihidrotestosteron pada jaringan yang paling sensitif terhadap androgen, termasuk testis, kelenjar prostat, folikel rambut, dan otot. Meskipun testosteron memiliki tindakan androgenik, konversi menjadi dihidrotestosteron sangat penting untuk perkembangan eksternal alat kelamin anak laki-laki. Testosteron juga diubah menjadi estradiol dalam jaringan adiposa yang merupakan sumber estrogen paling penting pada pria. Selain itu, testosteron dapat bertukar dengan androstenedione yang dapat diubah menjadi estrogen. Ketika androstenedione terbentuk di jaringan adiposa, maka mungkin akan diubah ke bentuk estrogen yang disebut estrone.
Serupa dengan hormon steroid lain, testosteron memiliki dua bentuk dalam serum. Kebanyakan testosteron yang terikat dalam serum untuk hormon seks – mengikat globulin dan albumin, sedangkan sisanya (sekitar 1%) bebas, atau tidak terikat. Testosteron bebas dalam kesetimbangan dengan testosteron terikat terjadi ketika testosteron bebas memasuki sel, beberapa testosteron terikat segera dibebaskan. Dalam sitoplasma sel target, testosteron atau dihidrotestosteron mengikat reseptor androgen yang spesifik, dan kompleks hormon – reseptor memasuki inti sel, dimana mereka memodulasi sintesis protein dengan mempengaruhi tingkat dimana gen-gen tertentu ditranskripsi.
Testosteron memiliki beberapa tindakan utama. Testosteron memberikan inhibisi umpan balik negatif terhadap sekresi gonadotropin – releasing hormon dari hipotalamus dan sekresi luteinizing hormon dari kelenjar pituitari. Testosteron juga mengarahkan pengembangan saluran Wolffii embrio ke dalam vas deferens (ductus deferens) dan vesikula seminalis, dan merangsang pembentukan otot dan tulang. Dihidrotestosteron bertanggung jawab untuk pematangan sperma selama spermatogenesis, untuk pembentukan kelenjar prostat dan eksternal alat kelamin, dan untuk pematangan seksual pada pubertas.


Ovarium
Wanita pada umumnya memiliki dua indung telur kanan dan kiri dengan mesovarium menggantung di bagian belakang ligamentum latum, kiri dan kanan. Ovarium adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira 1,5 cm.
Sebuah ovarium terletak di setiap sisi uterus, di bawah dan di belakang tuba fallopii. Dua ligament mengikat ovarium pada tempatnya, yaitu bagian mesovarium ligament lebar uterus, yang memisahkan ovarium dari sisi dinding pelvis lateral setinggi Krista iliaka anterosuperior, dan ligamentum ovarii proprium, yang mengikat ovarium ke uterus. pada palpasi overium dapat digerakkan.
Ovarium memiliki asal yang sama (homolog) dengan testis pria. Ukuran dan bentuk setiap ovarium menyerupai sebuah almon berukuran besar. Saat ovulasi, ukuran ovarium dapat menjadi dua kali lipat untuk sementara. Ovarium yang berbentuk oval ini memiliki konsistensi yang padat dan sedikit kenyal. Sebelum menarche, permukaan ovarium licin. Setelah maturitas seksual, luka parut akibat ovulasi dan rupture folikel yang berulang membuat permukaan nodular menjadi kasar.
Dua fungsi dari ovarium adalah untuk ovulasi dan memproduksi hormon. Saat lahir ovarium wanita normal mengandung sangat banyak ovum primordial (primitif). Diantara interval selama masa usia subur (umumnya setiap bulan), satu atau lebih ovum matur dan mengalami ovulasi.
Ovarium juga merupakan tempat utama produksi hormon seks steroid (estrogen, progesteron, dan adrogen) dalam jumlah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi wanita normal.
Pinggir atasnya atau hilusnya berhubungan dengan mesovarium tempat ditemukannya pembuluh-pembuluh darah dan serabut-serabut saraf untuk ovarium. Pinggir bawahnya bebas. Permukaan belakangnya pinggir keatas dan belakang , sedangkan permukaan depannya ke bawah dan depan. Ujung yang dekat dengan tuba terletak lebih tinggi daripada ujung yang dekat pada uterus, dan tidak jarang diselubungi oleh beberapa fimbria dari infundibulum.


Ujung ovarium yang lebih rendah berhubungan dengan uterus dengan ligamentum ovarii proprium tempat ditemukannya jaringan otot yang menjadi satu dengan yang ada di ligamentum rotundum. Embriologik kedua ligamentum berasal dari gubernakulum.

Struktur ovarium terdiri atas:
1) Korteks di sebelah luar yang diliputi oleh epitelium germinativum yang berbentuk kubik
dan di dalam terdiri dari stroma serta folikel-folikel primordial ;
2) Medulla di sebelah dalam korteks tempat terdapatnya stroma dengan pembuluh
pembuluh darah, serabut-serabut saraf dan sedikit otot polos.
Diperkirakan pada wanita terdapat kira-kira 100.000 folikel primer. Tiap bulan satu folikel akan keluar, kadang-kadang dua folikel, yang dalam perkembangannya akan menjadi folikel de Graff. Folikel-folikel ini merupakan badian terpenting dari ovarium dan dapat dilihat di korteks ovarii dalam letak yang beraneka ragam dan pula dalam tingkat-tingkat perkembangan dari satu sel telur dikelilingi oleh satu lapisan sel-sel saja sampai menjadi folikel de Graff yang matang terisi dengan likuor folikulli, mengandung estrogen dan siap untuk berovulasi.

Folikel de Graff yang matang terdiri atas :
1) Ovum, yakni suatu sel besar dengan diameter 0,1 mm, yang mempunyai nukleus dengan anyaman kromatin yang jelas sekali dan satu nukleolus pula;
2) Stratum granulosum yang terdiri atas sel-sel granulosa, yakni sel-sel bulat kecil dengan inti yang jelas pada pewarnaan dan mengelilingi ovum ; pada perkembangan lebih lanjut terdapat ditengahnya suatu rongga terisi likuor follikuli;
3) Teka interna, suatu lapisan yang melingkari stratum granulosum dengan sel-sel yang lebih kecil daripada sel granulosa;
4) Teka eksterna, terbentuk oleh stroma ovarium yang terdesak.
Pada ovulasi, folikel yang yang matang dan yang mendekati permukaan ovarium pecah dan melepaskan ovum ke rongga perut. Sel-sel granulosa yang melekat pada ovum dan yang membentuk korona radiata bersama-sama ovum ikut dilepas. Sebelum dilepas, ovum mulai mengalami pematangan dalam dua tahap sebagai persiapan untuk dapat dibuahi.
Setelah ovulasi, sel-sel stratum granulosum di ovarium mulai berproliferasi dan masuk ke ruangan bekas tempat ovum dan likuor follikuli. Demikian pula jaringan ikat dan pembuluh-pembuluh darah kecil yang ada di situ. Biasanya timbul perdarahan sedikit, yang menyebabkan bekas folikel diberi nama korpus rubrum. Umur korpus rubrum ini hanya sebentar. Di dalam sel-selnya timbul pigmen kuning, dan korpus rubrum menjadi korpus luteum. Sel-selnya membesar dan mengandung lutein dengan banyak kapiler dan jaringan ikat diantaranya.
Di tengah-tengah masih terdapat bekas perdarahan. Jika tidak ada pembuahan ovum, sel-sel yang besar serta mengandung lutein mengecil dan menjadi atrofik, sedangkan jaringan ikatnya bertambah. Korpus luteum lambat laun menjadi korpus albikans. Jika pembuahan terjadi, korpus luteum tetap ada, malahan menjadi lebih besar, sehingga mempunyai diameter 2.5 cm pada kehamilan 4 bulan.

Estrogen


Hormon ini dihasilkan oleh Folikel de Graff. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Estrogen merupakan hormon steroid kelamin karena memiliki struktur kimia berintikan steroid dan secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh kelenjar endokrin sistem reproduksi. Tiga jenis estrogen utama yang terdapat secara alami dalam tubuh wanita adalah estradiol, estriol,dan estron.
Sejak menarche sampai menopause, estrogen utama adalah 17β-estradiol. Di dalam tubuh, ketiga jenis estrogen tersebut dibuat dari androgen dengan bantuan enzim. Estradiol dibuat dari testosteron, sedangkan estron dibuat dari androstenadion. Estron bersifat lebih lemah daripada estradiol, dan pada wanita pascamenopause estron ditemukan lebih banyak daripada estradiol. Berbagai zat alami maupun buatan telah ditemukan memiliki aktivitas bersifat mirip estrogen. Zat buatan yang bersifat seperti estrogen disebut xenoestrogen, sedangkan bahan alami dari tumbuhan yang memiliki aktivitas seperti estrogen disebut fitoestrogen.
Struktur 3 jenis estrogen utama :



Progesteron

Progesteron adalah hormon wanita lain dalam tubuh dengan efek progestogenik. Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH. Terdapat beberapa senyawa sintetik yang berefek progestogenik dan beberapa diantaranya juga berefek androgenik atau estrogenik yang disebut golongan progestin. Secara kimia, progesteron dibagi menjadi 2 kelompok:
1. Derivat progesteron: hidroksiprogesteron, medroksiprogesteron, megestrol, dan didrogesteron.
2. Derivat testosteron: noretisteron, tibolon, norgestrel, linestrenol, desogestrel, gestoden dan alilestrenol.
Semua zat ini memiliki efek androgen kecuali Alilestrenol. Linestrenol, Noretisteron dan Tibolon berefek estrogen. Norgestrel, Desogestrel dan Gestoden memiliki efek antiestrogen yang kuat, begitu juga dengan Noretisteron, Linestrenol, Megestrol dan Medroksiprogesteron tetapi lebih lemah.

Korpus Luteum 1


Korpus Luteum 2

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar